Berkah Optimisme Gayungpun Bersambut

Oleh: Ahmad Nabhani

Wartawan Harian Ekonomi NERACA

Meski pertumbuhan ekonomi di tahun ini sempat terseok-seok akibat krisis Eropa, rupanya tidak membuat pemerintah surut mematok target pertumbuhan ekonomi tahun depan. Pasalnya, pemerintah selalu sesumbar bila pertumbuhan ekonomi optimis masih menjanjikan. Bahkan, saking percaya dirinya hingga pemerintah menyakini perekonomian Indonesia akan tetap tumbuh 6,7%, walau banyak pengamat ekonomi memperhitungkan hanya akan tumbuh 6,3%.

Mungkin begini cara pemerintah selalu menjual rasa optimisme kepada pelaku pasar akan prospek perekonomian domestik. Karena dengan semangat optimisme inilah pemerintah bisa menjaga stabilitas perekonomian. Rupanya cara inipun terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap rencana bisnis perusahaan yang tadinya tahun ini urung melakukan ekspansi bisnis dan baru bisa dilakukan tahun depan setelah ada kabar positif jika pemerintah menjanjikan pertumbuhan ekonomi tahun depan tetap positif.

Bagi pelaku pasar industri pasar modal, sikap optimisme pemerintah menjadi referensi bisnis perseroan untuk memetakan aksi korporasi dan cara inipun sangat berperan penting untuk menyakinkan investor asing atau lokal, jika kondisi ekonomi dalam negeri sangat positif dan tidak terpengaruh terhadap krisis global.

Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Eddy Sugito pernah menyampaikan, bila pasar obligasi tahun depan makin meriah. Oleh karena itu, otoritas pasar modal itu membidik penerbitan surat utang mencapai Rp 40 triliun berasal dari 42 perseroan.

Maraknya penerbitan surat utang tahun depan tidak hanya didasarkan keyakinan pertumbuhan ekonomi yang masih positif, tetapi juga didasarkan atas tingkat suku bunga yang terkendali. Namun yang pasti, keyakinan prospek ekonomi Indonesia tergolong baik menjadi momentum tepat untuk menerbitkan penawaran obligasi sebagai instrumen pendanaan yang menarik di periode jangka menengah dan panjang.

Tercatat ditahun depan obligasi masih marak dan akan didominasi perusahaan sektor perbankan dan pembiayaan. Hal yang sama juga untuk pelaksanaan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Karena sudah ada beberapa perusahaan yang waiting lits untuk IPO, sebut saja PT MNC Sky Vision (MSV) semakin pasti menggelar penawaran saham perdana ke publik (IPO) di tahun depan, tepatnya kuartal I-2012. Perusahaan ini rencananya akan melepas sekitar 30% saham untuk public. Sebelumnya, perseroan berencana melaksanakan IPO tahun ini dan kemudian karena situasi bursa saham masih tidak pasti.

Selanjutnya ada PT Surya Esa Perkasa, perusahaan LPG (Liquid Petroleum Gas) refinery itu akan melepas sebanyak 25% saham ke public. Sementara dari BUMN ada Empat yang diharapkan listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2012, diantara adalah PT Semen Baturaja, Pegadaian, anak usaha Pertamina yaitu PT Tugu Pratama dan salah satu anak usaha PT Krakatau Steel.

Namun yang pasti, terlepas dari keyakinan dan optimisme pemerintah perlu juga mewaspadai potensi krisis berlanjut. Karena dengan kewaspadaan bisa memberikan alternatif dan bukan janji belaka. Bagaimanapun juga krisis itu seperti pencuri yang datang tiba-tiba dan hanya kewaspadaan yang menjadi kunci penyelamatan kondisi perekonomian dan menjaga potensi pasar saat ini.

BERITA TERKAIT

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Berkah Perang Dagang - Sat Nusapersada Raih Kontrak Pegatron

NERACA Jakarta – Dibalik dampak perang dagang antara Amerika dan China, PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) meraih berkah dengan memperoleh…

Tabungan Perumahan Rakyat Melambungkan Optimisme Sejuta Rumah

Tabungan Perumahan Rakyat Melambungkan Optimisme Sejuta Rumah NERACA Jakarta - Sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia yang terangkum dalam sandang,…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Menelisik Arah Utang Pemerintah Era Kepemimpinan Jokowi

Oleh: Nurul Nabila, Mahasiswi Perbankan Universitas Samudra Langsa   Selama masa pemerintahan Presiden Jokowi, rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik…

Diversifikasi Pasar Ekspor untuk RI yang Sejahtera

  Oleh: Nurul Karuniawati, Peneliti Universitas Udayana               Setiap peluang perdagangan akan menentukan pertumbuhan ekonomi sebuah bangsa. Karena itu,…

E-KTP Tercecer di Tahun Politik

Oleh: Siswanto Cemonk Lagi-lagi publik dibuat geger dengan penemuan kembali ribuan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang tercecer. Peristiwa ini…