Laba Bersih BJB Capai Rp 794 Miliar

Laba Bersih BJB Capai Rp 794 Miliar

Jakarta - PT Bank Jabar Banten Tbk (BJB) mengungkapkan berhasil meraup laba bersih senilai Rp 794,969 miliar hingga kuartal III-2011. Laba ini naik tipis 0,4% dibanding periode yang sama pada 2010 yang hanya sebesar Rp 791,29 miliar. Kenaikkan laba ini. Karena didukung meningkatnya pendapatan bunga bersih perseroan yang mencapai Rp 2,25 triliun hingga kuartal III-2011, naik dari periode yang sama tahun lalu Rp 1,94 triliun.

Direktur Utama Bank Jabar Banten, Bien Subiantoro mengatakan, hingga September 2011 terus meningkatnya laba perseroan ini mengerek total aset menjadi Rp 53,81 triliun. Aset perseroan naik 25,82% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 42,77 triliun.

Bien mengatakan, total kredit yang telah disalurkan perseroan hingga akhir kuartal III-2011 mencapai Rp 27,81 triliun atau tumbuh 24,31% dalam setahun, dari Rp 22,37 triliun di akhir September 2010. "Kami terus berupaya memperbesar porsi pinjaman produktif dibandingkan dengan konsumtif. Ekspansi bisnis tersebut tentunya menopang mendorong kinerja keuangan perusahaan pada setiap tahunnya," katanya

Lebih jauh kata Bien, ke depan Bank Jabar Banten akan segera melaksanakan pengembangan distribusi channel kredit mikro dengan nama “Waroeng BJB” sebagai pelengkap distribusi channel yang telah ada saat ini. "Kami memutuskan agresif ekspansi kredit, namun tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. Rasio pinjaman bermasalah (NPL nett) kami per triwulan III-2011 masih rendah, yaitu 0,77%," tambahnya

Baru-baru ini, Bank Jabar Banten menyalurkan kredit Rp 200 miliar kepada PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk memperkuat struktur permodalan guna menunjang ekspansi kredit PNM.

Sebelumnya, salah satu Direktur BJB, Tatang Sumarna mengatakan siap mengakuisisi 63 Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Dana miliaran rupiah sudah disiapkan perseroan. "Jadi ada 63 BPR di wilayah Jawa Barat dan Banten, jadi nanti kalau bisa satu Kabupaten satu BPR," ujarnya

Menurut Tatang saat ini pihaknya tengah masuk ke dalam tahapan pengukuran kesehatan dari setiap BPR tersebut. Dalam RUPS dan Rencana Bisnis Bank (RBB), Tatang menyampaikan pemerintah provinsi Jawa Barat telah mengizinkan BJB untuk menjadi pemegang saham di setiap BPR dengan kepemilikan saham di atas 50% atau mayoritas. "Nilai akuisisinya tidak sampai ratusan miliar. Hanya puluhan miliar saja untuk menambah kepemilikan saham di BPR-BPR," ungkapnya.

Tatang mengatakan BJB optimistis dapat merealisasikan pertumbuhan kredit di atas 30% pada tahun ini. Hingga kuartal I-2011 pertumbuhan kredit BJB mencapai 24,49% atau naik Rp 4,85 triliun dari Rp 19,81 triliun pada periode yang sama di 2010. "Sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB) kita itu mematok kredit tumbuh hingga di atas 30%. Saat ini sudah 24% saya kira sudah inline dengan RBB," pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Investor di Bursa Capai 820 Ribu Investor

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan, jumlah investor saham per bulan Oktober 2018 mencapai 820.000 investor berdasarkan…

Pembiayaan Adira Capai Rp 31,4 Triliun - Rayakan Hari Jadi Ke-28

NERACA Jakarta – Di hari jadinya ke-28 pada November tahun ini, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk ( Adira Finance)…

Menteri LHK - Masyarakat Indonesia Gunakan 9,8 Miliar Kantung Plastik

Siti Nurbaya Menteri LHK Masyarakat Indonesia Gunakan 9,8 Miliar Kantung Plastik  Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

IBEX 2018 Bahas Revolusi Teknologi Perbankan

  NERACA   Jakarta - Topik mengenai pengaruh revolusi teknologi pada sektor perbankan terutama dengan hadirnya teknologi finansial (fintech) dalam…

Sistem QR Code Bank Mandiri akan Diluncurkan Awal 2019

    NERACA   Jakarta - Presiden Direktur PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, Mandiri Pay sebagai sistem…

Sinarmas MSIG dan Bank Jatim Syariah Luncurkan Bancassurance

  NERACA   Surabaya - PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life) bersama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur…