BRI Kucurkan Kredit PTPN II Rp 1,078 Triliun - Didominasi Sektor Agribisnis Sebesar 48,53%

NERACA

Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan fasilitas kredit kepada PT Perkebunan Nusantara II (Persero) sebesar Rp 1,078 triliun.Total kredit yang disalurkan terdiri dari fasilitas kredit modal kerja sebesar Rp165 miliar dan fasilitas kredit investasi sebesar Rp840,5 miliar. Modal tersebut diperuntukkan bagi budidaya sektor gula dan kelapa sawit, serta investasi untuk distrik sawit dan revitalisasi gula PTPN II.

Menurut Direktur Bisnis Kelembagaan dan BUMN BRI Asmawi Syam, fasilitas kredit kepada PTPN II merupakan bagian dari upaya perbankan mengembangkan pembiayaan ke perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya BUMN sektor perkebunan.

“Hingga September 2010, pembiayaan BRI ke BUMN sektor perkebunan telah mencapai Rp4,6 triliun, denganoutstandingsebesar Rp1,4 triliun,” ujar Asmawi usai penandatanganan perjanjian penyaluran kredit antara BRI dan PTPN II di Jakarta, Rabu (16/2).

Ia juga menjelaskan, porsi terbesar dari total pinjaman korporasi adalah kepada sektor agribisnis, dengan porsi sebesar 48,53%. Hal ini membuktikan komitmen BRI untuk memberikan kredit kepada korporasi yang memberikantrickle down effectuntuk sektor ekonomi lainnya.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PTPN II Bhatara Moeda Nasution menambahkan, pada 10 tahun lalu, perusahaannya berada dalam kondisi sulit. Namun, sejak tiga tahun belakangan mulai menunjukkan tren laba yang membaik dan perusahaan sudah menyelesaikan akumulasi utang-utangnya. “Melalui fasilitas kredit ini, kami harapkan bisa meningkatkan keuntungan bagi kebun kelapa sawit kami hingga 300%, dalam tiga tahun mendatang. Sementara untuk revitalisasi gula, kami targetkan 40%,” ungkap Bhatara.

Sementara itu, Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, kredit tersebut merupakan salah satu fasilitas yang diberikan bagi rencana pengembangan PTPN II, di antaranya pembangunan infrastruktur jalan sepanjang 1.265 kilometer, penanaman kembali (replanting) kebun kelapa sawit seluas 6.000 hektar, dan perbaikan tiga unit pabrik kelapa sawit.

“Dengan bantuan ini, diharapkan PTPN II dapat meningkatkan laba dan perolehan dividen yang signifikan dalam tiga tahun ke depan, juga diharapkan dapat menyerap tenaga kerja hingga 3.000 orang,” kata Mustafa.

Capex Rp550 miliar

Kerjasama antara BRI dengan PTPN II telah berlangsung sejak tahun 2008, yakni dengan ditandatanganinya perjanjian kredit dalam rangka revitalisasi industri gula PTPN II, baik untukon farmmaupunoff farm.

Pada 2010 lalu, BRI juga telah memberikan fasilitas kredit investasi untuk pengembangan sektor usaha sawit PTPN II, yang direncanakan akan melakukan penanaman kembali (replanting) kebun sawit di distrik Rayon Utara seluas 6.000 hektar.

Bhatara juga mengungkapkan, PTPN II tahun ini berencana menganggarkan belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp550 miliar. “Anggaran ini gabungan dari internal dan perbankan yang mencapai 80%, dengan tenor selama kurun waktu tiga tahun," jelasnya.

Belanja modal tersebut, salah satunya, digunakan untuk memenuhi kebutuhan PTPN II akan bibit kelapa sawit. Saat ini, PTPN II telah memiliki dua juta bibit yang akan digunakan sendiri oleh perusahaan. Kemudian, setelah tiga sampai empat tahun ke depan, perusahaan akan mampu menjual bibit tersebut keluar.

Related posts