Bandung, Kota Bangunan Tua Jaman Belanda

Neraca. Salah satu faktor yang menjadikan Bandung dikenal dengan sebutan Parijs van Java, karena di kota itu banyak berdiri gedung-gedung bersejarah bergaya Eropa. Hal yang menjadi pertanyaan, mengapa di Bandung banyak ditemui bangunan-bangunan tersebut. Bisa jadi sebagian besar orang belum mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut. Namun yang pasti, ada latar belakang historis yang menyertai keberadaan berbagai bangunan tua peninggalan zaman Belanda tersebut.

Kota ini memang terkenal karena banyak terdapat gedung tua pusat pemerintahan Belanda yang sempat direncanakan akan dipindahkan dari Batavia (Jakarta) ke Bandung. Kejadian itu terjadi pada zaman kolonial, sekitar tahun 1800. Oleh sebab itu, tidak heran jika Pemerintah Belanda membangun sejumlah gedung secara besar-besaran di Kota Kembang. Saat itu, gaya bangunan yang sedang ngetren adalah gaya art deco.

Ada sekitar 1.000 bangunan tua di Kota Bandung, tetapi di dalam peraturan daerah yang harus ditetapkan adalah 100 bangunan yang terbagi menjadi tiga kelas, yakni kelas A, B, dan C. Dari sekian banyak gedung tua di Bandung, ada beberapa bangunan yang tergolong paling tua, salah satunya adalah Gedung Heritage yang kini difungsikan sebagai toko factory outlet (FO) Heritage di Jalan Riau.

Ada pula Gedung Hotel Surabaja di kawasan Kebon Jati yang kini sudah direnovasi dan sebuah rumah di Jalan Cibeureum, Cimindi. Rumah yang berada di daerah Cimindi, kata Harastoeti, termasuk bangunan paling tua dan menarik karena dibangun oleh orang Indonesia. Rumah itu dibangun pada 1800- an oleh Wangsa Diprama, lalu ditempati oleh keturunannya, Hanafi , Redmana, dan kini oleh Ibu Siswo. Selain itu, di kawasan Viaduct Kebon Jati, Jalan Oto Iskandardinata, Jalan Wastukencana, dan Jalan Diponegoro – lokasi berdirinya Gedung Sate – juga banyak ditemui gedung-gedung tua.

Di kawasan Jalan Braga-Naripan- Asia Afrika, gedung-gedung tua masih berfungsi dan dipergunakan sebagai toko atau kantor. Sebagai contoh, di Jalan Braga terdapat Gedung Majestic yang dibangun pada 1925. Gedung itu dirancang oleh arsitek CP Wolff Schoemaker. Masih di sekitar kawasan Braga, terdapat Bank Indonesia Cabang Bandung yang berdiri sejak 1917.

BERITA TERKAIT

BTN Tingkatkan Penyaluran Subsidi Rumah Melalui Tabungan

BTN Tingkatkan Penyaluran Subsidi Rumah Melalui Tabungan    NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk akan meningkatkan penyaluran subsidi rumah…

Ciputra Meninggal, Indonesia Kehilangan Tokoh Pelopor Township

Ciputra Meninggal, Indonesia Kehilangan Tokoh Pelopor Township   NERACA Jakarta - Wafatnya Ciputra, membuat Indonesia kehilangan seorang tokoh yang menjadi salah…

Intiland Terus Kembangkan Kawasan Terpadu Aeropolis Bandara Soetta

Intiland Terus Kembangkan Kawasan Terpadu Aeropolis Bandara Soetta   NERACA Jakarta - PT Intiland Development Tbk (Intiland) terus mengembangkan kawasan terpadu…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Realta Hadirkan Aplikasi Mudahkan Pengelolaan Apartemen

Realta Hadirkan Aplikasi Mudahkan Pengelolaan Apartemen  NERACA Jakarta - PT Realta Chakradarma menghadirkan aplikasi Bimasakti untuk memudahkan pengelola apartemen yang…

Hunian Berkonsep TOD Marak di Serpong Manfaatkan Jaringan Komuter

Hunian Berkonsep TOD Marak di Serpong Manfaatkan Jaringan Komuter   NERACA Jakarta - Hunian berkonsep transportasi atau dikenal sebagai transit oriented…

Centrama Ditunjuk Bangun Infrastruktur ICT Transpark Bintaro

Centrama Ditunjuk Bangun Infrastruktur ICT Transpark Bintaro   NERACA Jakarta - PT Centrama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) melalui anak usaha PT…