COLOMBIANA

Resensi Film

Sabtu, 08/10/2011

NERACA. Kisah berawal di Kota Bogota Colombia, saat Emilio, ayah Cataleya mengadakan pertemuan rahasia dengan Marcos, seorang gembong narkotika untuk membayar sisa hutangya dan berniat keluar dari organisasi. Namun Marcos tak ingin ketergantungan Emilio pada dirinya, akan berakhir. Marcos pun mengancam keluarga Emilio.

Emilio lantas bergegas pulang, ia membawa Alicia, istrinya dan Cataleya, anaknya untuk hijrah ke Amerika agar terhindar dari ancaman Marcos. Namun usaha melarikan diri Emilio dan keluarganya kandas. Setelah Marcos beserta anak buahnya datang mengunjungi Emilio, tentu dengan niat jahat.

Aksi perlawanan Emilio, isteri dan anaknya Cataleya, menjadi aksi perjuangan hidup dan mati. Mereka sadar, kedatangan Marcos ingin melenyapkan seluruh anggota keluargnya. Dan dibenak mereka, adalah berbalik untuk melawan. Karena kematian sudah didepan mata.

Baku tembak diantara mereka terjadi hebat didalam rumah Emilio. Hingga akhirnya Emilio dan Alicia terbunuh mengenaskan. Sementara Cataleya selamat meski dengan luka dan trauma melihat kedua orangtuanya terbujur dibantai anak buah Emilio.

Namun sebelum Emilio tewas, ia sempat menitipkan sebuah catatan berisi alamat dan berpesan untuk meninggalkan Colombia menuju rumah pamannya di Amerika. Catatan itulah yang membuat marah Marcos. Ia tahu catatan rahasia itu ada pada Cataleya, ia lalu menawarkan Cataleya pergi tanpa terluka jika ia mendapatkan apa yang dia inginkan. Namun Cataleya berhasil melarikan diri, ia berjalan menyusuri saluran pembuangan air digorong-gorong Kota Bogota, ia pun berhasil kabur.

Berdasarkan petunjuk sang ayah (Emilio) sebelum tewas, Cataleya pergi menuju kantor Duta Besar Amerika untuk menukar catatan yang dimilikinya dengan satu tiket dan paspor ke Amerika. Di bandara, ia disambut Departemen Sosial Amerika. Saat di WC bandara dan melihat jendela yang terbuka, Cataleya melarikan diri untuk mencari pamannya. Saat bertemu, ia merangkul sang paman yang juga mencari keponakannya itu. Mereka berpelukan dengan air mata yang berderai.

Keesokan harinya, Catayela mengutarakan keinginannya untuk menjadi seorang pembunuh untuk membalas kematian ayahnya, Marcos. Pamannya pun terkejut lalu mengambil langkah mengamankan Cataleya dengan mendaftarkan dirinya pada sebuah sekolah umum.

Keinginan yang kuat untuk memburu Marcos, akhirnya didukung paman Cataleya. Pamannya berpesan; jika ingin menjadi pembunuh, ia harus cerdas dan cepat mengambil keputusan, atau dia akan mati kurang dari tiga tahun. Ia pun membuatnya kesepakatan, bila ia akan tetap pergi ke sekolah, asalkan pamannya mengajarkan dirinya menjadi seorang pembunuh. Dapatkan Cataleya membalaskan dendamnya? Saksikan saja.