Jabar Antisipasi Dampak Impor Sayuran

Selasa, 04/10/2011

NERACA

Bandung - Saat ini telah ada rencana impor sayuran dari beberapa negara ke Indonesia. Jabar, merupakan bagian dari wilayah Indonesia, tentunya berpotensi beberapa jenis sayuran bisa masuk ke Jabar. Untuk menghindari adanya dampak yang ditimbulkan akibat masuknya sayuran impor, Jabar telah melakukan langkah antisipasi.

Hal itu masing-masing ditegaskan Kadis Perindag Jabar Ferry Sofwan Arif dan Kadis Pertan Jabar, Endang Suhendar kepada Harian Ekonomi Neraca di Bandung, Sabtu (1/10) lalu.

Atas impor sayuran itu berdasarkan laporasn yang diterimanya diakui Ferry, ada beberapa jenis sayuran impor yang sudah masuk ke Pasar Induk Caringin yaitu kentang, cabai keriting dari India dan bawang dari Thailand.

Kedatangan barang impor termasuk jenis sayuran, lanjut Ferry, dalam era perdagangan bebas tidak bisa lagi dicegah. Untuk mengantisipasi dampak buruk yang diakibatkan oleh era perdagangan bebas perlu dilakukan antisipasi dari hulu hingga hilir.

Pada umumnya, impor produk akan terjadi jika kebutuhan produk lokal tinggi sementara stok barang terbatas. Stok sayuran bisa terbatas karena dipengaruhi oleh musim dan kondisi air. “Untuk mencegah keadaan tersebut, manajemen yang harus diperbaiki harus dimulai dari penanaman beberapa jenis sayuran,” tandas dia.

Berdasarkan evaluasi, stok sayuran lokal masih bisa mencukupi kebutuhan masyarakat sehingga kendati ada impor sayuran belum mengganggu stok sayuran lokal, memang hal yang harus diwaspadai adalah untuk beberapa jenis sayuran impor seperti barang harganya lebih murah dari pada bawang lokal.