Penyediaan Naker Trampil Tanggungjawab Pemda

NERACA

Cianjur - Wakil Bupati Cianjur, Suranto menegaskan, kebutuhan akan tenaga kerja (naker) yang terampil untuk para investor, sepatutnya menjadi tanggung jawab pemerintah melalui dinas terkait untuk menyediakan, melatih dan mempersiapkan naker yang siap pakai.

“Namun demikian ketersedian tenaga kerja harus sinergi dengan kebutuhan para investor yang ada di Cianjur, sehingga terajalin kerja sama yang baik dan saling menguntungkan kedua pihak,”tandas Wabup Cianjur saat membuka kegiatan Pelatihan Operator Garment, akhir pecan kemarin.

Saat ini, ujar Suranto, jika dihitung seluruh investor yang ada di Cianjur bisa menyerap kebutuhan neker mencapai 10 ribu orang untuk pabrik garmen dan tekstil. Jumlah pabrik garmen di Cianjur kini tercatat 4 pabrik.

Kegiatan pelatihan itu, diselenggarakan Kementrian Perindustrian dan Dinsosnakertrans Kabupaten Cianjur tersebut menyerap sekitar 180 orang calon pegawai pria maupun wanita dengan usia minimal 18 tahun. Mereka akan bekerja di pabrik garmen di dalam dan luar negeri. Mereka mengikuti pelatihan keterampilan pengenalan dan mengoperasikan mesin garmen di Setia Hotel Cianjur kecamatan Cipanas yang akan berlangsung selama 45 hari.

Oleh karena itu, menurut dia, pelatihan dan pembinaan terhadap calon tenaga kerja adalah proses yang harus di lewati dengan serius karena pekerjaan di bidang garmen dan tekstil memerlukan skill yang tidak asal-asalan.

Para calon tenaga kerja dibagi menjadi 3 kelompok yang masing-masing kelompok berjumlah 60 orang, masing- masing kelompok akan mendapatkan pelatihan operator garmen selama 15 hari. Kegiatan ini adalah tindak lanjut dari intruksi presiden mengenai peningkatan sumber daya manusia dalam bidang tekstil dan garmen untuk memenuhi kebutuhan pasar dan menyiapkan tenaga kerja trampil untuk pabrik-pabrik garmen di dalam maupun di luar negeri.

Industri garmen dan tekstil merupakan industry terbesar setelah migas. Oleh karena itu industri garmen dan tekstil memiliki prosfek yang sangat cerah di masa depan. Kebutuhan akan pakaian jadi dan setengah jadi terus meningkat di negara-negara berkembang. Cianjur di antaranya, jadi salah satu daerah yang dilirik oleh para investor untuk mengembangkan industri garmen dan tekstil. Bagi Cianjur akan banyak sekali naker trampil yang akan terserap.

Kadinsosnakertrans Cianjur, Moch. Ginanjar mengemukakan, pelatihan operator garmen adalah solusi yang tepat untuk menyiapkan naker yang siap pakai untuk kebutuhan para investor dalam dan luar negeri. Dinas terkait telah berupaya mengadakan pelatihan-pelatihan untuk para calon tenaga kerja yang pernah menjadi TKI maupun yang masih pemula agar mampu menguasai skill operator garmen.

BERITA TERKAIT

Kelompok Tani Hutan Tetap Panen di Tengah Wabah Corona

Kelompok Tani Hutan Tetap Panen di Tengah Wabah Corona NERACA Bogor - Meski wabah virus Corona tengah merebak, Balai Diklat…

BKSDA Bengkulu Lepas Liar 56 Burung Dilindungi di Kawasan TNBBS

BKSDA Bengkulu Lepas Liar 56 Burung Dilindungi di Kawasan TNBBS NERACA Bengkulu - Sebanyak 56 ekor burung dilindungi, dilepasliarkan oleh…

Peran Wanita Telaten Dibalik Sukses Penangkaran Burung di Klaten

Peran Wanita Telaten Dibalik Sukses Penangkaran Burung di Klaten NERACA Klaten - Pepatah mengatakan, dibalik pria hebat terdapat seorang wanita…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Jamkrindo Syariah Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Dhuafa

Jamkrindo Syariah Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Dhuafa  NERACA Jakarta - Jamkrindo Syariah (Jamsyar) bekerja sama dengan Dompet Dhuafa dan…

Lippo Karawaci Siapkan Dana Rp 75 miliar untuk Buyback Saham

Lippo Karawaci Siapkan Dana Rp 75 miliar untuk Buyback Saham  NERACA Jakarta - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) telah meluncurkan…

Golkar dan GM-FKPPI Peduli Berikan Sembako bagi Ojol dan Masyarakat

Jakarta-Merebaknya wabah Covid-19 belakangan ini membuat Partai Golkar dan Generasi Muda (GM) Forum Komunikasi Putra- Putri Purnawirawan TNI/Polri (GM- FKPPI)…