Pemprov Jabar Bantu Rp 1 Miliar Kampung Adat Dukuh

NERACA

Bandung - Pemerintah dan masyarakat Jawa Barat segera membangun kembali (rebuilding) Kampung Adat Dukuh, Desa Cijambe, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, yang terbakar, beberapa waktu lalu.

Untuk mengembalikan warisan budaya kesundaan tersebut, pemprov akan mengucurkan bantuan pembangunan sebesar Rp 1 miliar. Baresan olot tatar Sunda juga turut menggalang dana pembangunan. Tidak hanya itu, sejumlah arsitek dan para ahli sejarah dari Universitas Parahyangan (Unpar) turut andil memberi bantuan guna merancang dan menggali kembali desain Kampung Dukuh termasuk tata lokasi detailnya.

“Dana Rp 1 miliar itu dialokasikan untuk membangun puluhan rumah yang hangus terbakar,”ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar Udjwalprana Sigit di Gedung Sate Bandung, kemarin.

Menurut Duta Sawala Baresan Olot Tatar Sunda Eka Santosa, pembangunan Kampung Dukuh ini harus segera terlaksana agar eksistensi kampung adat Dukuh tidak hilang. Pembangunannya juga harus sesuai dengan pakem budaya setempat.

“Kami akan sekuat tenaga mencari dana pembangunannya. Ini sebagai cara mempertahankannya,”ujarnya.

Pemuka Adat Kampung Dukuh Uluk Lukmanul Hakim mengungkapkan, akibat kebakaran, 38 rumah dan delapan bangunan lain hangus terbakar.“ Saat ini 170 jiwa penghuni Kampung Dukuh mengungsi ke sanak saudara di Kampung Dukuh Luar,” ucapnya.

Koordinator tim arsitek hijau dari Unpar Mulyono Akbar menambahkan, dalam proses pembangunan, pihaknya melakukan pendampingan dengan teknik wawancara, sehingga sistem bangunan sesuai keinginan warga Kampung Dukuh dan tidak menghilangkan akar budaya.

“Bangunan Kampung Dukuh itu tidak asal.Setiap bangunan perlu tantan sulthon_kecermatan agar nilai budayanya tidak hilang,”ujarnya.

Related posts