Saatnya Motor Sport Beraksi

Tahun 2012

Sabtu, 15/10/2011

NERACA. Banyak dari beberapa pengamat otomotif memprediksi pada Tahun 2012, akan terjadi ledakan penjualan motor tipe sport. Setelah segmen motor bebek dan skutik dikuasai pabrikan Honda maka perang terakhir adalah motor sport. Disinilah yang menarik karena hampir seluruh pabrikan punya produk motor sport andalan sehingga persaingan di segmen ini pasti lebih keras.

Walapun telah menguasai hamper seluruh pasar motor di Indonesia tetapi Honda masih harus berjuang keras untuk menguasai pangsa pasar motor sport. Pasalnya disegmen ini, Yamaha V-ixion masih yang paling tinggi penjualnnya. Namun dikelas bergengsi seperti segmen 250 cc Kawasaki Ninja 250R masih sanggup menjadi kelas raja paling bergengsi.

Persaingan sangat terasa pada produk Kawasaki Ninja 250R dengan Honda CBR 250R, lalu kemana larinya pabrikan lain? Ternyata pabrikan lain tidak tinggal diam, walau juragan tidak bisa membocorkan info yang masih rahasia sampai kapan akan diluncurkan. Namun bagi konsumen yang ingin motor kelas bergengsi akan ditunggu ditahun 2012.

Sebenarnya pabrikan mulai menyadari potensi market dalam segmen bergengsi, ini terlihat dari potensi Indonesia. Selain pangsa pasar Indonesia cukup menjanjikan, kulturnya pun dinilai lebih konsumtif dalam perkara kendaraan.

Data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang diterima redaksi memberikan gambaran mengejutkan soal pasar sepeda motor build up. Motor yang didatangkan langsung dari luar negeri secara utuh ini menunjukan peningkatan penjualan di bulan Agustus. Bila bulan sebelumnya hanya berkisar 1700 unit sampai 2600 unit, khusus bulan Agustus meningkat drastis menjadi 4948 unit dalam satu bulan. Hampir melonjak dua kali lipat!

Di bulan Agustus, PT Astra Honda Motor (AHM) mengapalkan 3408 unit sepeda motor dari Thailand. Terdiri dari Honda CBR 250R, CBR 150R dan skubek PCX 125. Permintaan Honda CBR 250R, dan CBR 150R meningkat tajam. Honda CBR 150R terjual hingga 1600 unit. Sisanya diisi skubek Honda PCX 125.

Pengimport sepeda motor CBU terbanyak kedua di bulan Agustus tempati Kawasaki yang menorehkan angka penjualan hingga 1540 unit, sedikit turun dari bulan sebelumnya yang mencapai 1803 unit. Import sepeda motor Kawasaki di Indonesia ditempati oleh banyak model. Mulai dari Ninja 250R, KLX 250S dan D-Tracker X 250 serta moge supersport ZX-6R dan motor kecil KSR 110. Secara total penjualan sepeda motor CBU dari Kawasaki tetap memimpin di delapan bulan pertama tahun 2011 ini, dengan 10513 unit, sedang Honda membuntuti dengan jumlah 9333 unit.

Pasar sepeda motor sport cukup sengit, sekalipun kuenya hanya sekitar 7% dari total volume motor Indonesia pada 2010, diperebutkan tiga merk ternama, antara lain; Yamaha Vixion, motor sport bermesin 150cc besutan PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) ini, tampaknya masih berkibar di posisi puncak. Rentang penguasaan pangsa pasar (market share) dengan para kompetitornya demikian menganga. Vixion menguasai sekitar 41% pasar motor sport anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi). Jauh meninggalkan lawan-lawannya.

Vixion mampu terjual rata-rata 25 unit per jam. Luar biasa. Entah apa yang membuat motor yang pertamakali masuk ke pasar Indonesia pada Mei 2007 itu, laris manis bak kacang goreng. Mungkin karena tampilannya yang pas dengan selera konsumen, atau karena memiliki teknologi injeksi yang mendapat persepsi irit konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Pada 2010, Vixion mengalami fluktuasi yang tak terlalu dalam. Volume penjualan paling rendah terjadi pada Februari yakni sekitar 22 unit per jam. Setelah itu, cukup stabil bahkan menyentuh penjualan tertinggi pada April yakni sekitar 29 unit per jam. Fantastis.

Ada pula Honda New Megapro, inilah motor sport besutan PT Astra Honda Motor (AHM) yang langsung melejit sejak masuk ke pasar domestik pada Juli 2010. Sepeda motor yang dibanderol Rp 19,5 juta per unit ini, memiliki pangsa pasar kedua terbesar di lini sport.

Sepanjang 2010, New Megapro terjual rata-rata sekitar tujuh unit per jam. Sebagai sepeda motor anyar, prestasi itu tergolong luar biasa. Bisa dimaklumi karena AHM sudah cukup dewasa di pasar motor sport. New Megapro yang merangsek pasar dengan dua tipe yakni tipe jari-jari dan tipe racing, ke depan tampaknya bisa mengatasi para kompetitor. Tentu saja dengan sejumlah tawaran yang memuaskan konsumen, salah satunya, layanan purna jual yang maksimal dan ketersediaan spare part yang memadai.

Dan jawara ke tiga adalah Honda Megapro. Megapro dibalut mesin 160cc dan terjual rata-rata sekitar enam unit per jam. Produk motor sport yang dibesut AHM ini, pada 2011, tampaknya sudah tidak diproduksi lagi. Megapro digantikan oleh sang penerus, New Megapro. Ketika New Megapro masuk pasar pada Juli 2010, penjualan Megapro langsung turun drastis di bawah 1.000 unit per bulan. Padahal, sebelumnya minimal mampu terjual seribuan unit per bulan. Bahkan, pada 2010, sempat menyentuh sekitar 10 ribuan unit per bulan.

Sementara merk Kawasaki Ninja 150, berada pada posisi keempat terbesar penjualan motor sport pada 2010. Inilah sepeda motor sport dua langkah yang masih bertahan dan mendapat tempat di hati konsumen.

Setiap jam, Ninja 150 mampu terjual sekitar empat unit pada 2010. Sedangkan penguasaan pangsa pasarnya mencapai sekitar 7%. Dari empat merek motor sport Kawasaki yang dibesut PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI), Ninja 150 merupakan kontributor utama KMI. Tiga produk KMI lainnya hanya memiliki pangsa pasar kurang dari 4%. Kontributor terkecil masih diduduki oleh KLX 250.

Tempat kelima adalah Honda Tiger. Produk yang melengkapi jajaran motor sport Honda yang mampu menempati posisi lima besar sepanjang 2010. Motor sport yang satu unit sesungguhnya memiliki penggemar cukup loyal di pasar domestik. Pada 2010, pangsa pasar Tiger sekitar 7% dengan penjualan rata-rata sekitar unit per empat jam.

Tiger sempat mengalami beberapa kali penyegaran. Salah satunya adalah pengubahan dari model lampu utama tunggal menjadi lampu utama ganda, lalu kembali ke bentuk awal. Dari sisi penampilan, Tiger diminati banyak konsumen untuk dua kepentingan utama yakni untuk sport dan touring. Artinya, banyak pemotor yang terkesan pada keandalannya menjelajah ratusan kilometer saat touring.