Astra Anggarkan Capex Rp 13 Triliun

Rabu, 29/04/2015

NERACA

Jakarta – Tahun ini, PT Astra International Tbk (ASII) berencana menganggarkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp13 triliun. Dana capex yang dianggarkan bakal digunakan untuk pengembangan anak usaha perseroan,”Dana capex Rp13 triliun, kita akan gunakan untuk kembangkan anak usaha perseroan,”kata Direktur Utama Astra International, Prijono Sugiarto di Jakarta, Selasa (28/4).

Dia menguraikan, untuk dana capex pembangunan outlet Toyota dan Daihatsu sebesar Rp500 miliar, pengembangan PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) dianggarkan sebesar Rp2 triliun, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) sebesar Rp3 triliun dan PT United Tractors Tbk (UNTR) sebesar Rp5 triliun,”Kami masuk ke infrastruktur agar terdapat kesinambungan bisnis. Astra ikut membangun jalan tol juga, karena mata rantai. Properti juga masih akan berlanjut, tapi kami akan melihat landbank," tukasnya.

Pada kuartal I tahun ini, menurut Prijono, dana capex baru terserap 20%. Penyerapan dana capex masih terkonsolidasi, sedangkan dana akuisisi masih sangat tergantung. Sampai dengan tiga bulan pertama tahun ini, sambung dia, perseroan tidak memiliki utang sama sekali. Sedangkan divisi utama perseroan masih mengarah ke sektor keuangan, alat berat dan pertambangan,”Enam sektor kita memang prioritas, tapi paling dominan United Tractors dan jasa keuangan di tahun ini. Bukan berarti industri otomotif lagi turun, sehingga jasa keuangan tidak tumbuh," pungkas Prijono.

Kemudian berdasarkan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), perseroan bakal membagikan dividen kepada para pemegang saham sekitar 45,5% dari laba bersih 2014. Kata Prijono Sugiarto, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 8,74 triliun. Nilai ini setara dengan Rp 216 per saham. Perseroan telah memberikan dividen interim sebesar Rp 64 per saham pada 31 Oktober 2014,”Selebihnya, sebesar Rp 152 per saham akan dibayarkan pada 29 Mei 2015," ujarnya.

Pemegang saham yang berhak mendapat dividen adalah investor yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) tertanggal 11 Mei 2015. Sepanjang tahun lalu, laba bersih ASII tercatat sebesar Rp 19,18 triliun atau turun sekitar 1,21% secara year-on-year (yoy). Asal tahu saja, sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, Astra Internasional membukukan laba bersih Rp 3,99 triliun atau turun sebesar 16% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 4,72 triliun.

Dijelaskan, penurunan laba bersih disebabkan oleh harga komoditas yang masih rendah serta ketatnya persaingan bisnis kendaraan roda empat. Sementara itu, pendapatan Astra pada akhir kuartal I-2015 tercatat sebesar Rp 45,18 triliun atau turun 9% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 49,82 triliun. Dari enam sektor bisnis yang dijalankan Astra, empat di antaranya mengalami penurunan. Sektor yang melemah adalah otomotif (-21%), agribisnis (-80%) serta infrastruktur, logistisk dan lainnya (-59%).

Di sisi lain, sektor bisnis yang mengalami kenaikan laba bersih adalah jasa keuangan (21%), alat berat dan pertambangan (3%) dan teknologi informasi (42%). Asal tahu saja, tren penurunan penjualan otomotif yang masih berlanjut menyebabkan kinerja penjualan kendaraan bermotor PT Astra International Tbk (ASII) sepanjang tahun 2015 ikut mengerem. (bani)