Metrodata Bukukan Penjualan Rp 2,2 Triliun

NERACA

Jakarta – Perusahaan jasa perdagangan teknologi informasi, PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) membukukan pendapatan Rp 2,2 triliun di kuartal I-2015. Pendapatan MTDL naik 23,6% dari periode sama tahun 2014 Rp 1,78 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (27/4).

MTDL memperoleh pendapatan dari perangkat keras Rp 1,88 triliun dan perangkat lunak Rp 199,68 miliar. Lalu pendapatan jasa tercatat sebesar Rp 120,6 miliar. Namun beban pokok pendapatan juga naik 25% year on year (yoy) menjadi Rp 2,05 triliun dari sebelumnya Rp 1,64 triliun. Hal ini membuat laba kotor MTDL turun tipis menjadi Rp 146,65 miliar dari sebelumnya Rp 147,37 miliar.

Beruntung, di kuartal pertama tahun ini MTDL memperoleh penghasilan bunga Rp 2,6 miliar, naik 145% yoy dari sebelumnya Rp 1,06 miliar. Perseroan juga mendapat keuntungan lain - lain sebesar Rp 10 miliar, dibanding kuartal I-2014 dimana perseroan mencatat kerugian lain-lain Rp 3,5 miliar. Akhirnya laba bersih MTDL di kuartal I-2015 naik 10% yoy menjadi Rp 34,46 miliar dari sebelumnya Rp 31,3 miliar.

Total aset MTDL di kuartal pertama tahun ini tercatat Rp Rp 3,08 triliun, naik dari sebelumnya Rp 2,74 triliun. MTDL memiliki kas dan setara kas Rp 336,86 miliar, naik dari sebelumnya Rp 295,24 miliar. Total liabilita perseroan saat ini Rp 1,84 triliun, sednagkan ekuitasnya Rp 3,08 triliun. MTDL memiliki utang bank jangka pendek sebesar Rp 509,5 miliar.

Sebagai informasi, perseroan optimistis menatap tahun 2015 walau kondisi makro ekonomi belum bersahabat seperti tertekannya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Tak ayal, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan tahun ini bisa sekitar 12% atau sama dengan rata-rata industri.

Direktur Keuangan Metrodata, Randy Kartadinata pernah bilang, tahun 2015 masih banyak peluang bisa digarap seperti dari pasar pemerintahan. Selain itu kondisi rupiah yang masih loyo terhadap dollar AS pun dianggap bukan hambatan untuk menahan laju emiten dengan kode saham MTDL ini,”Pemerintahan baru tengah fokus memperbaiki layanan publik secara online dengan program e-government dan smart city. Kita lihat ini peluang untuk menambah pendapatan. Saat ini porsi kontribusi pendapatan sebesar 95% dari perusahaan swasta dan 5% proyek pemerintah,” katanya.

Diakuinya, fluktuasi rupiah lumayan mengangu kinerja di sektor ritel karena produk teknologi informasi yang dijual untuk segmen ini dengan harga rupiah sehingga efek kurs bisa membuat harganya naik dari vendor. Diungkapkannya, target pendapatan usaha 2015 berasal dari lini usaha distribusi perseroan dengan kontribusi 80%. Sisanya dibagi masing-masing 10% dari lini usaha perangkat lunak (software) dan jasa.

Pada 2015, Metrodata menyiapkan belanja modal Rp 100 miliar. Angka ini sama dengan dengan belanja modal 2014. Dari belanja modal Rp 100 miliar tersebut, Rp 95 miliar akan dialokasikan untuk bisnis hardware perseroan. Sisanya Rp 5 miliar akan digunakan untuk belanja server yang kebutuhan internal Metrodata. (bani)

BERITA TERKAIT

All New Brio Sumbang 51 Persen Total Penjualan Honda

All New Honda Brio menjadi produk terlaris Honda pada November 2018 dengan penjualan mencapai 8.152 unit, atau 51% dari total…

Temu Bisnis Pengembang Raih Transaksi Rp10 Triliun

Temu Bisnis Pengembang Raih Transaksi Rp10 Triliun NERACA Nusa Dua, Bali - Kongres The International Real Estate Federation (FIABCI) di…

Catatkan Penjualan Terbanyak - Opus Park Raih Most Favoured Middle Up Class

NERACA Jakarta – Apartemen Opus Park yang berlokasi di CBD township Sentul City, Bogor yang dikembangkan PT Izumi Sentul Realty…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

IHSG Sepekan Kemarin Tumbuh 0,17%

NERACA Jakarta – Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sepekan pada minggu ke-3 bulan Desember mencatat indeks harga saham gabungan…

Estika Tiara Bidik Dana IPO Rp 226,11 Miliar

PT Estika Tata Tiara mengincar dana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) hingga Rp226,11 miliar. Calon emiten distribusi makanan…

PLI Mulai Pasarkan Double Great Residence

PT Prioritas Land Indonesia (PLI) mulai melakukan pembangunan hunian edukasi pertama di Serpong, Double Great Residence (dahulu K2 Park) pada…