Kinerja Emiten Lambat, IHSG Masih Tertekan

Selasa, 28/04/2015

NERACA

Jakarta- Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup anjlok sebesar 3,49% seiring dengan kinerja emiten kuartal I 2015 yang cenderung mengalami perlambatan. Tekanan aksi jual terjadi sejak awal perdagangan hingga penutupan.

Kata Chieft Economist BRI, Anggoto Abimanyu, tekanan terhadap indeks BEI dipengaruhi kinerja emiten yang cenderung mengalami penurunan pada kuartal I 2015 ini. Selain itu, menurut dia, kondisi indeks BEI pada tahun lalu yang bergerak cukup tinggi dan dilanjutkan pada tahun ini karena ekspektasi pelaku pasar terhadap pembangunan infrastruktur domestik yang dipercaya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia belum terpenuhi, sehingga memicu aksi lepas saham”Kalau infrastruktur tidak terpenuhi, maka akan berdampak negatif ke pasar," katanya di Jakarta, Senin (27/4).

Asal tahu saja, IHSG BEI turun 189,90 poin atau 3,49% menjadi 5.245,44. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak melemah 39,83 poin (4,19%) ke level 910,64. Sementara analis Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya menambahkan, pelaku pasar saham asing yang cukup aktif melakukan aksi jual menambah sentimen negatif bagi IHSG BEI.

Dalam data BEI, tercatat pelaku pasar asing membukukan jual bersih senilai Rp2,242 triliun pada awal pekan (Senin, 27/4) ini. Kendati demikian, menurut dia, koreksi yang terjadi pada saham-saham di dalam negeri ini dapat dimanfaatkan oleh pelaku pasar saham jangka panjang untuk melakukan akumulasi.

Dia menjelaskan, setelah koreksi tajam ini maka potensi IHSG BEI bergerak ke area positif cukup terbuka. Apalagi, pasar saham regional juga masih bergerak normal cenderung positif,”Bagi investor jangka panjang, ini merupakan momentum untuk mengakumulasi pembelian," katanya.

Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 244.421 kali dengan volume mencapai 5,11 miliar lembar saham senilai Rp7,72 triliun. Efek yang mengalami kenaikan 41 saham, yang melemah 317 saham, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan 57 saham. Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng ditutup menguat 372,61 poin (1,33%) ke 28.433,59, indeks Bursa Nikkei turun 36,72 poin (0,18%) ke 19.983,32, dan Straits Times menguat 2,85 poin (0,08%) ke posisi 3.515,85.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup terkoreksi 146,799 poin (2,7%) ke 5.288,556. Sementara indeks LQ45 turun 28,637 poin (3,01%) ke 950,481. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 128.540 kali dengan volume 4,7 miliar lembar saham senilai Rp 5,1 triliun. Sebanyak 30 saham naik, 283 turun, dan 39 saham stagnan.

Bursa-bursa regional bergerak mayoritas menguat. Hanya bursa Nikkei yang mengalami pelemahan di siang. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.000 ke Rp 75.000, Selamat Sempurna (SMSM) naik Rp 225 ke Rp 4.785, Siloam (SILO) naik Rp 200 ke Rp 14.225, dan Enseval Putra Megatrading (EPTM) naik Rp 100 ke Rp 3.100. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 2.000 ke Rp 20.000, Mitra Keluarga (MIKA) turun Rp 1.475 ke Rp 23.875, Mayora (MYOR) turun Rp 1.300 ke Rp 24.600, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.025 ke Rp 53.475.

Diawal perdagangan, IHSG BEI dibuka turun 36,79 poin atau 0,68% menjadi 5.398,56, dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 9,34 poin (0,98%) ke level 941,13,”Di tengah minimnya sentimen dan aksi 'wait and see' terhadap pelaporan keuangan emitan kuartal I 2015, pelaku pasar cenderung melakukan aksi jual sehingga menyebabkan laju IHSG belum keluar dari area negatif," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.

Dia menambahkan bahwa pelaku pasar juga sedang menanti data produk domestik bruto (PDB) kuartal I 2015, diharapkan hasil PDB mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi dari kuartal IV 2014 sehingga dapat menjaga investasi asing di dalam negeri,”Jika hasil PDB sesuai ekspektasi maka potensi indeks BEI berbalik arah menguat cukup terbuka. Diperkirakan IHSG BEI bergerak di kisaran 5.378-5.455 poin pada awal pekan ini (27/4)," paparnya.

Sementara William Surya Wijaya menambahkan bahwa kondisi perekonomian Indonesia yang pada dasarnya masih cukup stabil akan menjadi salah satu faktor penunjang kepercayaan investor sehingga akan menahan tekanan IHSG BEI lebih dalam.

Apalagi, lanjut dia, laporan kinerja beberapa emiten yang masih diekspektasikan cukup bagus akan menjadi sentimen positif ke depannya bagi IHSG. Pekan ini merupakan batas akhir dari laporan kinerja keuangan emiten untuk kuartal I 2015,”Saat ini, IHSG sedang melewati proses konsolidasi koreksi sehat, secara teknkal IHSG masih berada dalam jalur tren jangka panjang," katanya.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 297,46 poin (1,06%) ke 28.358,44, indeks Bursa Nikkei naik 6,53 poin (0,03%) ke 20.026,57, dan Straits Times menguat 9,57 poin (0,27%) ke posisi 3.510,81. (bani)