OJK Pilih Yang Punya Track Record Baik

Bursa Pencalonan Direksi BEI

Selasa, 28/04/2015

NERACA

Jakarta – Kepala Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida mengatakan, pihaknya memiliki kriteria yang baku dalam menilai calon direksi BEI. Dimana syarat adiminstrasi, termasuk di dalamnya pengalaman dan kompetensi menjadi standar penilaian dalam uji kompetensi,”Pengalaman, tranc record, apakah ada pelanggaran atau tidak dan kompetensi menjadi hal penting dalam penilaian direksi BEI,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Namun dirinya menekannya, syarat administrasi seperti pengalaman di pasar modal menjadi utama kelolosan calon direksi BEI. Pasalnya, dalam syarat yang diatur OJK disebutkan paket direksi BEI dan dimana tujuh direksi tersebut, salah satunya harus memiliki pengalaman lima tahun di perusahaan jasa keuangan dan minimal tiga tahun di perusahaan efek.

Kata Nurhaida, OJK tentunya berharap calon direksi BEI yang akan masuk fit and propert tes tentunya orang-orang pilihan yang terbaik sesuai dengan harapan dari anggota bursa,”Kita berharap paket calon direksi BEI yang diajukan AB tentunya sudah dinilai layak . Karena bagaimanapun juga penilaian diawal ada di AB dan kita saring lagi dalam fit and proper tes, siapa yang layak atau tidak,”ungkapnya.

Sementara Ketua Asosiasi Pengelola Reksadana Indonesia (APRDI) Denny Taher menambahkan, calon direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kedepan harus yang mempunyai pengalaman yang mumpuni di bidang industri pasar modal, baik itu pernah menduduki jabatan direktur atau direksi di manajer investasi, emiten atau perbankan.

Hal ini dimaksudkan, lanjutnya, agar bisa mengetahui apa yang menjadi kebutuhan pelaku pasar modal dan tantangannya kedepan,”Mereka mengenyam banyak pengalaman di pasar modal lebih dari lima tahun, layak menempati direksi BEI. Tapi yang minim pengalaman tidak recomendid jadi direksi BEI,”ujarnya.

Dirinya menegaskan, tantangan kedepan bagi calon direksi BEI adalah bagaimana mengembangkan pasar modal lebih agresif lagi, baik itu menambah jumlah emiten atau pun investor. Pasalnya, seiring dengan bertambahnya jumlah emiten dan investor, tentunya bertambah pula nilai transaksi di bursa. Maka bagi mereka yang belum banyak pengalaman, kata Deny, seharusnya tidak layak dipilih menjadi direksi BEI. Bagaimanapun juga, pasar modal butuh bergerak dan berlari kencang.

Artinya, bagaimana pasar modal bisa mau tumbuh lebih agresif lagi, jika calon direksinya minim pengalaman dan harus memulai dari awal. Asal tahu saja, OJK meminta kepada calon bakal direksi Bursa Efek Indonesia untuk menyusun Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai salah satu persyaratan dalam uji kelayakan dan kepatutan atau "fit and proper test".

Hal yang menjadi tuntutan utama OJK, disebutkan calon direksi BEI harus memiliki program yang spesifik dan aktif dalam rangka mendorong perusahaan domestik melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO). Selain itu, calon bakal direksi BEI mendatang ditantang untuk memiliki program yang memudahkan perusahaan melaksanakan IPO, namun tidak mengorbankan kepentingan investor.

Pendanaan Jangka Panjang

Nurhaida pernah bilang, calon bakal direksi BEI dapat lebih meningkatkan kontribusi industri pasar modal sebagai salah satu pilar ekonomi domestik, salah satunya dengan menyediakan pendanaan jangka panjang dalam rangka mendukung pembangunan infrastruktur di dalam negeri,”Kita tahu, salah satu peran pasar modal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yakni memberikan pendanaan jangka panjang untuk pembangunan infrastruktur, peran itu harus ditingkatkan,”paparnya.

Saat ini terdapat lima paket calon kandidat yang sudah menyatakan diri siap maju menjadi direksi BEI. Dalam paket calon bakal direksi BEI terdiri dari tujuh orang, maka sesuai dengan ketentuan yang berlaku, susunan atau komposisi calon direktur bursa paling sedikit satu orang calon direktur wajib mempunyai pengalaman dalam posisi direktur pada perusahaan yang bergerak di bidang keuangan paling kurang lima tahun.

Kemudian, paling sedikit satu orang calon direktur wajib berpengalaman pada posisi manajerial paling kurang satu tingkat di bawah direktur atau jabatan yang setara pada institusi pengawas Pasar Modal dan/atau organisasi yang diberi kewenangan oleh Undang-undang Pasar Modal untuk mengatur pelaksanaan kegiatannya paling kurang lima tahun.

Lalu, paling sedikit satu calon direktur wajib mempunyai pengalaman dalam posisi manajerial pada bidang pengelolaan risiko dan/atau pengelolaan investasi pada perusahaan yang bergerak di bidang keuangan, atau mempunyai pengalaman sebagai profesional di bidang hukum, akuntansi, atau keuangan yang berpraktik secara aktif dalam bidang Pasar Modal, paling kurang 5 tahun.

Dan, khusus bagi calon direktur yang bertanggung jawab di bidang teknologi informasi, wajib berpengalaman dalam posisi manajerial pada bidang teknologi informasi paling kurang lima tahun dan memiliki pengetahuan yang cukup mengenai sistem informasi perusahaan yang bergerak di bidang keuangan. (bani)