MNC Investama Bantah Jual Saham Ke Sinarmas

Senin, 27/04/2015

PT. MNC Investama Tbk, induk dari perusahaan MNC Kapital Tbk dan MNC Land Tbk, Jumat (24/4) membantah informasi terkait penjualan saham kepada Sinarmas Grup. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Tien, Direktur MNC Investama Tbk, menegaskan pembeli saham MNC Kapital dan MNC Land senilai masing-masing Rp. 1800/saham dan Rp. 1350/saham adalah Argyle Street Management Limited (ASML). ASML adalah perusahaan investasi berbasis di Hong Kong, yang didirikan oleh sejumlah fund manager dengan pengalaman investasi di pasar modal.

Oleh karena itu ASML telah menerima banyak penghargaan termasuk Eurekahedge Hedge Fund Terbaik di Asia tidak termasuk Jepang pada tahun 2011 dan Asia Hedge Fund of the Year di tahun 2010,”ASML mengakuisisi 343,7juta lembar saham PT. MNC Land, Tbk (KPIG) senilai Rp. 464 miliar dan MNC Kapital Indonesia Tbk. senilai Rp. 371,9 miliar”, lanjut Tien.

Pada tempat terpisah, Corporate Secretary MNC Group, Syafril Nasution meminta seluruh pihak untuk menghormati segala informasi resmi yang tertuang dalam keterbukaan informasi dari perusahan yang bersangkutan,”Pihak PT. MNC Land Tbk. dan PT. MNC Kapital Indonesia Tbk. sudah melakukan kewajiban untuk menyampaikan informasi kepada Bursa Efek Indonesia. Selanjutnya segala keterangan yang diperlukan hendaknya mengacu kepada keterbukaan informasi yang telah kami berikan”, kata Syafril.

PT. MNC Kapital Indonesia Tbk. atau lebih dikenal dengan nama MNC Financial Services di dirikan pada awal tahun 2000 untuk menampung semua unit bisnis yang bergerak dalam bidang keuangan yang di operasikan oleh Group termasuk ekspansi - ekspansi yang akan dilakukan di masa mendatang.

Sementara PT. MNC Land Tbk. adalah perusahaan properti terkemuka dibawah naungan MNC Group, yang memiliki tiga pilar strategis dengan fokus padalifestyle and entertainment property development, resorts development, dangeneral development. Sampai Desember 2014, PT. MNC Land Tbk. memiliki total aset Rp. 9,9 triliun, dengan total pendapatan mencapai Rp. 1 triliun (bani)