Kontrak WIKA Beton Belum Berlari Kencang - Imbas Rendahnya Penyerapan

NERACA

Jakarta – Masih mengandalkan kontrak infrastruktur dari pemerintah, menjadi alasan bagi beberapa kontraktor BUMN bila awal tahun ini pertumbuhannya masih rendah. Hal inilah yang diakui manajemen PT Wijaya Karya Beton (Persero) Tbk (WTON), bila perolehan kontrak tahun ini belum sesuai yang diharapkan. Asal tahu saja, dana infrastruktur yang dikeluarkan melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-Pera) baru terserap 2,5% oleh seluruh kontraktor BUMN.

Direktur Utama WTON, Wilfred Imanuel A Singkali menjelaskan, masih rendahnya penyerapan dana infrastruktur menjadi alasan perseroan belum berani mendorong pembangunan pada awal tahun ini,”Kuartal pertama belum berani kencang, Kementerian PU-Pera yang Rp118 triliun, sampai kuartal I baru terserap 2,5% ke semua kontrsuksi. Pada kuartal I lebih banyak mengambil proyek dari swasta banyak yang kita dapat,”ujarnya di Jakarta, Kamis (23/4).

Dia menjelaskan, dari proyek BUMN, perseroan menjalankan proyek dari Mass Rapit Transportation (MRT). Pihaknya akan membuat beton di dalam tunnel dari proyek tersebut,”Di MRT di kuartal I memang nanti beton tunnel di dalam ada dua paket sudah kita pegang dan satu lagi akan kita pegang juga. Karena yang bisa bikin cuma kita, alat tunnel bor masih di Jepang, akhir bulan baru datang," jelasnya..

Dalam kesempatan yang sama, Corporate Secretary WTON, Puji Haryadi mengatakan, memang biasanya pada awal tahun proyek infrastruktur belum melaju kencang. "Kemungkinan semester II baru jalan kencang, memang karateristik infrastruktur baru terlihat di kuartal kedua, ketiga, dan keempat," pungkasnya.

Sebagai informasi, Wika Beton membukukan perolehan kontrak senilai Rp 240 miliar sampai dengan pekan ketiga bulan April ini. Kebanyak kontrak yang di dapatkan perseroan dari swasta, yakni proyek dari Osaka Steel. Perseroan mengakui, perolehan pada kuartal pertama memang di bawah dari periode yang sama tahun sebelumnya. "Kuartal I tahun sebelumnya Rp650 miliar, karena banyak proyek yang belum jalan. Semester dua akan bergerak penuh," kata Wilfred.

Wilfred bilang, bertambahnya nilai proyek tersebut, maka total kontrak on hand yang diperoleh perseroan hingga saat ini mencapai Rp750 miliar. Serta ditambah carry over dari tahun lalu yang sebesar Rp1 triliun,”Omzet sampai minggu lalu Rp1,75 triliun, dari rencana carry over Rp1 triliun ditambah kontrak baru Rp400 miliar dan Rp350 miliar. Dari PLN ada beberapa tender transmisi listrik,”ungkapnya.

Sementara Direktur Operasional Wika Beton, Ferry Hendriyanto‎ mengungkapkan, perseroan juga masuk ke proyek MRT melalui anak usaha PT Wijaya karya Kompoten Beton (WIKA Kobe) yang akan memproduksi pracetak tunnel segment berdiameter 6,05 meter. Disebutkan, MRT underground ini memiliki tiga paket dengan kode 104,105, dan 106,”Kita baru dapat dua paket (104 dan 105), ke depan akan dapatkan satu paketnya lagi. Satu paket nilainya Rp50 miliar sampai Rp70 miliar, jadi dua paket sekitar Rp100-an miliar‎," ujar Ferry.

WIKA Kobe salah satu perusahaan beton pracetak pertama yang mampu memproduksi tunnel segment, sesuai kualifikasi dan standar mutu yang tinggi. (bani)

BERITA TERKAIT

Lima Emiten Belum Bayar Listing Fee

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah emiten yang mengalami gangguan keberlangsungan usaha atau going concern dan berakibat tidak mampu…

Sektor Pengolahan - Penyerapan Tenaga Kerja Industri Manufaktur Terus Meningkat

NERACA Jakarta – Industri manufaktur terus menyerap tenaga kerja dalam negeri seiring adanya peningkatan investasi atau ekspansi. Ini menjadi salah…

Pollux Properti Tunjuk Kontraktor Utama Gangnam District - Kontrak Senilai Rp2 Triliun

Pollux Properti Tunjuk Kontraktor Utama Gangnam District Kontrak Senilai Rp2 Triliun NERACA Jakarta - Salah satu proyek properti multi fungsi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pemda Kalsel Tertarik Untuk Obligasi Daerah

NERACA Banjarmasin -Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Rudy Resnawan menyatakan tertarik dengan potensi pengembangan obligasi daerah sebagai sumber pendanaan untuk…

URBN Bidik Rp 650,3 Miliar Private Placement

Danai pengembangan bisnisnya, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) berencana menerbitkan 320,366 juta lembar saham baru atau 10% dari modal…

Aksi Ambil Untung Hambat Penguatan IHSG

NERACA Jakarta  -Mengakhiri perdagangan Selasa (19/2) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah tipis dipicu…