HM Sampoerna Bukukan Laba Rp 2,8 Triliun

NERACA

Jakarta – Produsen roko, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) meraih kenaikan laba bersih kuartal pertama 2015 sebesar 5,2% menjadi Rp2,899 triliun dibandingkan laba bersih kuartal pertama tahun sebelumnya yang Rp2,755 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, perseroan juga membukukan penjualan bersih naik 11,6% menjadi Rp11,939 triliun dari penjualan Rp10,689 triliun dan beban pokok naik 11,3% menjadi Rp6,47 triliun dari Rp5,81 triliun dan laba kotor naik 12% menjadi Rp5,46 triliun dari laba kotor tahun sebelumnya Rp4,88 triliun. Sementara laba operasi bersih tumbuh 8,9% menjadi Rp3,91 triliun dari laba operasi bersih tahun sebelumnya yang Rp3,59 triliun atau EPS menjadi Rp662 per saham naik 5,2% dari Rp629 per saham.

Total aset per Maret 2015 mencapai Rp29,51 triliun naik dari total aset per Desember 2014 yang Rp28,38 triliun. Volume penjualan mencapai 27,7 miliar batang dimana perseroan menguasai 35,4% pangsa pasar rokok Indonesia yang pada kuartal pertama mencatat volume 78 miliar batang. Dari volume penjualan kuartal pertama 2015 yang 27,7 miliar batang terdiri dari Sigaret kretek mesin sebanyak 18 juta batang, sigaret kretek tangan 5,7 miliar batang dan sigaret putih mesin 4 miliar batang.

Sebagai informasi, kapitalisasi pasar saham PT HM Sampoerna Tbk berada di posisi ke empat terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan saham Senin (13/4), pekan lalu dengan nilai mencapai Rp 322,04 triliun. Posisi tersebut berada di urutan ke empat menggeser Telkom.

Belum lama ini, perseroan juga telah melakukan likuidasi terhadap anak usahanya, Sampoerna Asia Pte Ltd di Singapura. Corporate Secretary PT HM Sampoerna Tbk, Marahani Djody Putri pernah bilang, likuidasi terhadap anak usaha perseroan tersebut telah selesai pada 3 Januari 2015. Dijelaskan, Sampoerna Asia Pte Ltd merupakan anak usaha HMSP yang berdomisili di Singapura.

Sebelumnya, HMSP juga melikuidasi anak usahanya yakni Sampoerna Packaging Asia Pte. Ltd. dan IBSA Singapore Pte. Ltd yang berdomisili di Singapura serta Sampoerna International Finance Company BV yang bermarkas di Belanda. Likuidasi tersebut dilakukan karena adanya perubahan strategi bisnis perseroan. (bani)

BERITA TERKAIT

Laba Adira Finance Terkoreksi 28,81%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatatkan laba bersih Rp1,815 triliun atau turun 28,81% dibanding periode…

Laba BNI Syariah Tumbuh 35,67%

    NERACA   Jakarta - PT Bank BNI Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp416,08 miliar, naik 35,67 persen dibandingkan…

Pemerintah Bantah Anggaran Bocor Rp392 Triliun

    NERACA   Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menegaskan, keberhasilan dalam mengidentifikasi pos…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Adira Finance Terkoreksi 28,81%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatatkan laba bersih Rp1,815 triliun atau turun 28,81% dibanding periode…

Optimisme Ekonomi Tumbuh Positif - Pendapatan Emiten Diperkirakan Tumbuh 9%

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan keyakinan masih positifnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri menjadi alasan bagi BNP Paribas IP bila pasar saham…

MNC Sekuritas Kantungi Mandat Tiga IPO

Keyakinan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bila tahun politik tidak mempengaruhi minat perusahaan untuk go publik, dirasakan betul oleh PT…