Perkuat Pemahaman dan Basis Investor Lokal - Tantangan Direksi BEI Kedepan

NERACA

Jakarta – Pencalonan direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) priode 2015-2018 mendapatkan perhatian khusus dari pelaku pasar, seiring dengan tantangan yang bakal dihadapi kedepan dan solusinya kedepan. Namun yang pasti, menurut Direktur Utama BEI, Ito Warsito, tantangan direksi BEI kedepan adalah memperkuat pondasi industri pasar modal agar dapat bersaing dengan pasar modal global,”Setiap direksi tugasnya adalah memperkuat pondasi pasar modal Indonesia. Industri pasar modal sangat dinamis, kebutuhan masa depan kan tidak sama dengan saat ini, maka itu direksi BEI bisa memproyeksikan masa depan seperti apa dan apa saja yang perlu disiapkan untuk pasar modal kita,”kata Ito di Jakarta, Kemarin.

Dia menuturkan, salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam memperkuat pasar modal yakni memperkuat pemahaman masyarakat mengenai produk pasar modal serta meningkatkan kapasitas jumlah investor lokal serta nilai investasinya.

Selain itu, jumlah emiten juga harus ditambah dan memperkuat informasi teknologi pasar modal. Dalam catatan Bursa, saat ini jumlah perusahaan yang tercatat sebanyak 507 emiten, sementara jumlah investor di pasar modal sebanyak 484.688 nasabah per Maret 2015.

Sedangkan, kepemilikan aset investor lokal di pasar modal senilai Rp1.369,77 triliun, masih lebih rendah dibandingkan asing yang sebanyak Rp2.053,50 triliun per Maret 2015. Asal tahu saja, syarat yang harus dipenuhi untuk pencalonan dan pengajuan calon direktur Bursa Efek Indonesia periode 2015-2018 yaitu wajib dinilai paling sedikit 10 anggota bursa (AB). Adapun batas pengajuan paket pada 30 April 2015.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida pernah bilang, untuk 10 AB yang mengajukan harus sudah menjalankan transaksi efek minimal 10% dari total frekuensi dan nilai perdagangan efek di BEI paling lambat satu tahun.

Menurut dia, kelompok AB harus bertanggung jawab dalam mencari dan menyeleksi calon direktur bursa. Tidak hanya itu, mereka juga harus meneliti seluk beluk calon direktur bursa termasuk keahlian, pengalaman, dan tanggung jawab atas jabatan yang diemban nanti.

OJK pun sudah menetapkan BEI harus punya tujuh direksi, di mana setidaknya ada satu yang memiliki pengalaman dalam posisi direktur pada perusahaan bidang keuangan minimal lima tahun, dengan ketentuan minimal tiga tahun menduduki posisi direktur di perusahaan efek.

Selain itu, paling tidak ada satu calon direktur memiliki pengalaman posisi manajerial pada bidang pengelolaan risiko dan pengelolaan investasi di perusahaan keuangan. Paling akhir, profesional di bidang hukum, akutansi, atau keuangan yang berpraktik secara aktif di pasar modal selama lima tahun,”Untuk calon direktur teknologi dan informasi (IT), syaratnya harus punya pengalaman di posisi manajerial bidang IT paling sedikit lima tahun, dan punya pengetahuan mengenai sistem TI di perusahaan keuangan," tukasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Saham Tiga Pilar Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta – Lantaran terjadi penurunan harga dan peningkatan aktivitas saham di luar kebiasaan (UMA), transaksi saham PT Tiga Pilar…

Produk Impor dan Produk Domestik

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri   Dari sisi pasokan, baik produk impor maupun produk dalam negeri keduanya…

Pemerintah Pacu Daya Saing IKM Lewat Platform Digital E-Smart - Industri Kecil dan Menengah

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian semakin gencar memacu pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) nasional agar memanfaatkan platform digital e-Smart…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…