Mengasah Ketangkasan Calon Direksi BEI - Ambisi Kalahkan Bursa Singapura

NERACA

Jakarta – Siapa yang layak menjadi direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk priode berikutnya 2015-2018, menjadi perhatian para pelaku pasar dan termasuk anggota bursa. Sekalipun, kewenangan penuh ada di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tentunya harapan pasar bisa membawa perubahan yang lebih baik. Maka agar tidak membeli kucing dalam karung, OJK memperketat dan selektif calon direksi BEI. Oleh karena itu, OJK meminta kepada calon bakal direksi Bursa Efek Indonesia untuk menyusun Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai salah satu persyaratan dalam uji kelayakan dan kepatutan atau "fit and proper test".

Hal yang menjadi tuntutan utama OJK, disebutkan calon direksi BEI harus memiliki program yang spesifik dan aktif dalam rangka mendorong perusahaan domestik melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO),”Jangan sampai kalah dengan Bursa Singapura yang cukup aktif mendekati beberapa perusahaan domestik untuk mencatatkan sahamnya disana," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida di Jakarta, kemarin.

Dengan demikian, lanjut dia, calon bakal direksi BEI mendatang ditantang untuk memiliki program yang memudahkan perusahaan melaksanakan IPO, namun tidak mengorbankan kepentingan investor. Nurhaida juga mengharapkan bahwa calon bakal direksi BEI dapat lebih meningkatkan kontribusi industri pasar modal sebagai salah satu pilar ekonomi domestik, salah satunya dengan menyediakan pendanaan jangka panjang dalam rangka mendukung pembangunan infrastruktur di dalam negeri,”Kita tahu, salah satu peran pasar modal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yakni memberikan pendanaan jangka panjang untuk pembangunan infrastruktur, peran itu harus ditingkatkan,”paparnya.

Saat ini terdapat lima paket calon kandidat yang sudah menyatakan diri siap maju menjadi direksi BEI. Dalam paket calon bakal direksi BEI terdiri dari tujuh orang, maka sesuai dengan ketentuan yang berlaku, susunan atau komposisi calon direktur bursa paling sedikit satu orang calon direktur wajib mempunyai pengalaman dalam posisi direktur pada perusahaan yang bergerak di bidang keuangan paling kurang lima tahun.

Kemudian, paling sedikit satu orang calon direktur wajib berpengalaman pada posisi manajerial paling kurang satu tingkat di bawah direktur atau jabatan yang setara pada institusi pengawas Pasar Modal dan/atau organisasi yang diberi kewenangan oleh Undang-undang Pasar Modal untuk mengatur pelaksanaan kegiatannya paling kurang lima tahun.

Lalu, paling sedikit satu calon direktur wajib mempunyai pengalaman dalam posisi manajerial pada bidang pengelolaan risiko dan/atau pengelolaan investasi pada perusahaan yang bergerak di bidang keuangan, atau mempunyai pengalaman sebagai profesional di bidang hukum, akuntansi, atau keuangan yang berpraktik secara aktif dalam bidang Pasar Modal, paling kurang 5 tahun.

Dan, khusus bagi calon direktur yang bertanggung jawab di bidang teknologi informasi, wajib berpengalaman dalam posisi manajerial pada bidang teknologi informasi paling kurang lima tahun dan memiliki pengetahuan yang cukup mengenai sistem informasi perusahaan yang bergerak di bidang keuangan. (bani)

BERITA TERKAIT

Awal Pekan Ini, BEI Suspensi Saham Renuka

NERACA Jakarta - Setelah masuk pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi kenaikan harga saham di luar kewajaran, awal…

BEI Suspensi Saham Pool Advisa Finance

NERACA Jakarta – Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal menghentikan sementara perdagangan saham PT Pool Advisa Finance Tbk (POLA)…

Minim Disiplin Laporan Keuangan - BEI Berikan Sanksi Tegas 18 Emiten “Nakal”

NERACA Jakarta – Mendorong daya saing industri pasar modal tidak hanya sebatas inovasi pelayanan yang lebih efisien, tetapi juga prinsip…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kebanjiran Proyek Infrastruktur - Cashflow Waskita Beton Akhir Tahun Positif

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal menghitung hari, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) diproyeksikan mencatatkan cashflow operasional…

Ramaikan Harbolnas - Bukalapak Targetkan Transaksi Rp 1,6 Triliun

NERACA Jakarta - Meriahkan hari belanja online nasional (Harbolnas) di akhir tahun ini, Bukalapak yang selalu berpatisipasi selalu menghadirkan banyak…

Sentul City Bukukan Penjualan Rp 813 Miliar

NERACA Bogor – Emtien properti, PT Sentul City Tbk (BKSL) berhasil mencatatkan kinerja positif di kuartak tiga 2018. Dimana perseroan…