TOBA Akuisisi Tiga Perusahaan Tambang - Bagikan Dividen US$ 6,41 juta

NERACA

Jakarta – Pasar batu bara dunia boleh melorot, namun ekspansi bisnis tentunya tidak boleh ikut melorot pula. Hal inilah yang coba ditunjukkan PT Toba Bara Sejahtera Tbk (TOBA) yang bakal mengakuisisi sekitar tiga perusahaan batubara pada tahun ini. Seluruh perusahaan yang menjadi target diakuisisi berlokasi di Kalimantan Timur.

Direktur Keuangan Toba Bara Sejahtera, Pandu Sjahrir menjelaskan bahwa perusahaan yang bakal diakuisisi perseroan memiliki cadangan batubara minimal 20 juta ton,”Saat ini kami sudah berbicara dengan perusahaan yang bakal diakuisisi," katanya di Jakarta, Kamis (16/4).

Menurut Pandu, belum ada nilai pasti untuk transaksi akuisisi tersebut. Nilai akuisisi tergantung negosiaisi perseroan dengan perusahaan yang menjadi target akuisisi. Pandu menjelaskan, tingkat kalori batubara lokasi tambang yang bakal diakuisisi tidak menjadi prioritas perseroan,”Yang penting, apapun kalorinya kita harus untung. Sebelum mengakuisisi kita melihat Ebitda per tonnya, jika membeli perusahaan harus ada itu,”paparnya.

Kemudian berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) PT Toba Bara Sejahtera Tbk, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai final untuk tahun buku 2014 sebesar US$ 6,41 juta. Jumlah itu setara dengan 35% laba bersih tahun 2014 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. "Dividen per sahamnya masih akan kita umumkan minggu depan, karena masih harus kita konversikan dulu dari rupiah ke dollar," ujar Pandu Syahrir.

Sebagai informasi, laba bersih tahun 2014 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 18,32 juta juga akan digunakan untuk penyisihan cadangan sesuai dengan ketentuan undang-undang perseroan terbatas dan sisanya sebesar US$ 11,27 juta sebagai laba ditahan.

RUPST juga menerima laporan tahunan perseroan ini yang antara lain memuat laporan keuangan konsolidasi perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan mengesahkan neraca dan perhitungan laba rugi perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014.

RUPST juga memberikan pembebasan dan pelunasan sepenuhnya kepada direksi dan dewan komisaris perusahaan atas segala tindakan kepengurusan dan pengawasan yang mereka jalankan selama tahun 2014 sejauh tindakan -tindakan kepengurusan dan pengawasan tersebut tercermin dalam laporan tahunan .

Didalam RUPST tersebut juga dilaporkan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Saham Perdana. Hingga 31 Desember 2014, realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum saham perdana mencapai Rp 350,74 juta dan sisa dana hasil penawaran umum saham perdana sebesar Rp 10,67 juta. (bani)

BERITA TERKAIT

Sritex Berniat Akuisisi Perusahaan Tekstil

PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex terus berupaya memperbesar kerajaan bisnisnya tahun depan. Rencananya, perseroan bakal mengambil alih…

BIPI Raup Cuan di Infrastruktur Tambang - Tren Kenaikan Harga Batu Bara

NERACA Jakarta –Keyakinan membaiknya harga batu bara di tahun depan, mendorong PT Benakat Integra Tbk (BIPI) menggenjot pendapatan dari bisnis…

Saham Tiga Pilar Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta – Lantaran terjadi penurunan harga dan peningkatan aktivitas saham di luar kebiasaan (UMA), transaksi saham PT Tiga Pilar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…