Semen Indonesia Bagikan Dividen Rp 2,2 Triliun

Jumat, 17/04/2015

NERACA

Jakarta - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) bakal membagikan dividen tahun buku 2014 kepada pemegang saham sebesar Rp2,2 triliun, atau setara 40 %dari perolehan laba bersih sebesar Rp5,6 triliun di akhir 2014,”Rapat Umum Pemegang Saham tahunan perseroan kita bakal bagikan dividen Rp2,2 triliun, atau setara Rp375,3 per saham,”kata Direktur Utama Semen Indonesia, Suparni di Jakarta, Kamis (16/4).

Disampaikan Suparni, sisa laba bersih perseroan sebesar Rp3,3 triliun atau sebanyak 60% akan dialokasikan sebagai laba ditahan. Sehingga perseroan memiliki modal yang kuat untuk melakukan ekspansi bisnis ke depannya. Disebutkan, pemberian dividen bakal diberikan kepada pemegang saham secepatnya, setelah tiga puluh hari RUPS tahunan perseroan selesai.

Seperti diketahui, laba bersih Semen Indonesia mencapai Rp5,6 triliun di 2014, atau naik 3,6% dari posisi Rp5,4 triliun di akhir 2013. Laba per saham dilusi perseroan tercatat meningkat menjadi Rp938 per saham di 2014, dari posisi sebesar Rp905 per saham di 2013. Peningkatan laba diikuti pertumbuhan pendapatan perseroan. Perseroan mampu meraih pendapatan sebesar Rp26,98 triliun di akhir 2014, atau naik 10,12 persen dari posisi sebesar Rp24,50 triliun di akhir 2013.

Liabilitas perseroan menjadi sebesar Rp9,31 triliun di akhir 2014, atau naik 3,67% dari posisi sebesar Rp8,98 triliun di akhir 2013. Posisi ekuitas sendiri mencapai Rp25 triliun di 2014, atau naik 14,67% dari posisi Rp21,80 triliun di akhir 2013. Adapun hingga akhir 2014, posisi total aset perseroan menjadi sebesar Rp34,31 triliun, atau naik 11,43% dari posisi sebesar Rp30,79 triliun di akhir 2013.

Kata Suparni, perseroan berharap masalah pembangunan pabrik yang ada di Rembang diharapkan bisa terselesaikan sesuai target pada akhir 2016. Sehingga bisa berproduksi pada tahun 2017,”Di kabupaten Rembang ini terus berjalan, semua kegiatan jalan, kami harap bisa cepat selesai dan berproduksi dampak positif. Harapan kami dengan PTUN selesai bisa diterima semua pihak, kami bisa fokus untuk melanjutkan proyek itu,”ungkapnya.

Dia berharap, setelah masalah PTUN itu terselesaikan dengan baik, jangan ada masalah lagi yang bakal menghambat kinerja pembangunan pabrik di Rembang. Sampai dengan Maret tahun ini, pembangunan pabrik sudah mencapai 30%. Agar pembangunan pabrik bisa berjalan dengan baik, dengan target pada tahun 2017 bisa mulai berproduksi.

Disebutkan, pembangunan pabrik di Rembang menelan investasi mencapai Rp 4 triliun atau sama dengan pembangunan pabrik di Indarung dengan produksi 3 juta ton pertahun. Asal tahu saja, majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang menolak gugatan atas izin lingkungan pabrik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, di Kabupaten Rembang.

Dalam amar putusannya, majelis hakim yang dipimpin Susilowati Siahaan juga menerima eksepsi dari pihak tergugat maupun tergugat intervensi. Majelis hakim berpendapat, gugatan yang diajukan para penggugat sudah kedaluarsa. Karena dalam ketentuan gugatan memiliki batas waktu 90 hari, terhitung sejak kepentingan penggugat terganggu atas perkara tersebut. Izin lingkungan PT Semen Indonesia sudah keluar dan disosialisasikan pada 22 Juni 2013. Sementara pihak penggugat baru melayangkan gugatan pada 1 September 2014. (bani)