Radana Bhaskara Raih Pinjaman Rp 75 Miliar

Perusahaan pembiayaan, PT Radana Bhaskara Tbk (HDFA) mendapatkan fasilitas pinjaman kredit dari Bank PT Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) sebesar Rp75 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (16/4).

Kata Sekretaris Perusahaan Radana Bhaskara, Novita Frestiani, penandatanganan fasilitas kredit pinjaman ini telah dilakukan pada 14 April 2015. Disebutkan, fasilitas kredit tersebut memiliki plafon sebesar Rp75 miliar dengan maksimal 48 bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian kredit dilaksanakan.

Adapun fasilitas kredit dijamin dengan tagihan dan piutang pembiayaan sebesar 100% dari total jumlah pokok fasilitas kredit yang masih terutang (outstanding). "Perjanjian kredit dan akta jaminan fidusia kali ini resmi dibuat di hadapan notaris Sri Budi Lestariningsih SH di Jakarta, dengan akta masing-masing Nomor 14&15,”ujar Novita. (bani)

BERITA TERKAIT

WIKA Suntik Modal Wika Serang Panimbang - Raih Pinjaman Rp 894 Miliar

NERACA Jakrta - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) memperoleh fasilitas pinjaman dari dua PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT…

Anabatic Raih Pendapatan Rp 3,14 Triliun

Hingga September 2017, PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) meraih pendapatan usaha sebesar Rp3,14 triliun atau naik dibandingkan dengan pendapatan usaha…

Kota Tangerang Raih Penghargaan "Smart City 2017"h

Kota Tangerang Raih Penghargaan "Smart City 2017" NERACA Tangerang - Pemerintah Kota Tangerang kembali meraih penghargaan Smart City 2017 dari…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Nindya Karya Berencana Go Public di 2018

Bila tidak ada aral melintang, PT Nindya Karya (Persero) akan melakukan penawaran saham perdana ke publik atau initial public offering…

Banyak Manfaat IPO - Perusahaan di Jambi Didorong Go Public

NERACA Jambi - Mendorong perusahaan lokal go public, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jambi menggelar roadshow dan mengedukasi manfaat…

Obligasi Dalam Negeri Diminati Investor Asing

Analis pasar modal dari Danareksa Sekuritas, Lucky Bayu Purnomo menilai bahwa instrumen investasi obligasi di dalam negeri masih diminati investor…