BPOM dan KPAI Sidak Jajanan di Sekolah

Sabtu, 18/04/2015

Untuk mencegah terjadinya makanan yang kurang bergizi di sekolah, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan memeriksa kualitas jajanan di tiga sekolah dasar Jakarta.

"Untuk memastikan kualitas jajanan, hari ini KPAI melakukan inspeksi mendadak jajanan sekolah dengan uji laboratorium Badan POM" kata Komisioner KPAI Susanto.

Sidak yang dilakukan BPOM dan KPAI tersebut dilaksanakan di SDN Rawamangun 13, SDN Rawamangun 14, dan SDN Rawamangun 15. "Sidak ini sebagai bentuk kendali untuk perbaikan kebijakan yang lebih luas," kata dia.

Menurut Susanto, hampir tidak ada sekolah yang absen dari jajanan. Siswa hampir tiap hari jajan di sekolah baik dari kantin dalam sekolah atau pedagang di luar sekolah. Hal yang cukup membahagiakan adalah sidak tidak menemukan jajanan yang mengandung zat berbahaya. "Ini sebagai hasil kongkret sidak dan edukasi tiga tahun sebelumnya," kata dia.

Kantin, kata Susanto, kadang-kadang seperti sederhana, tetapi menyimpan masalah jika pengelolaannya tidak memberikan jaminan kesehatan. "Bagaimana mungkin kita memiliki anak cerdas dan berkarakter jika mereka makan dari makanan yang mengandung zat berbahaya," katanya.

Susanto mengatakan terdapat tiga kategori kantin. Pertama, kantin dikelola dengan baik sesuai standar kesehatan dan mutu pangan. Kedua, kantin yang dikelola apa adanya, tanpa kontrol kualitasnya.

Ketiga, kantin yang dikelola hanya mengikuti selera siswa tapi kurang memiliki sensitifitas terhadap kesehatan. Menurut PP No 28 tahun 2004, pemerintah daerah bertanggungjawab dan tidak boleh abai terhadap kensali mutu jajanan di sekolah.

"Pengawasan harus dilakukan secara reguler agar jajanan sekolah tak mengandung zat berbahaya seperti formalin, boraks dan zat pemanis berbahaya," katanya.