Perkuat Modal, MNC Investama Gelar Rights Issue

NERACA

Jakarta - PT MNC Investama Tbk (BHIT) berencana menambah modal tanpa hal memesan efek terlebih dahulu (HMETD) sebanyak-banyaknya 3.468.448.306 saham. HMETD tersebut dengan nilai nominal Rp100 per lembar saham atau 10% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (15/4).

Disebutkan, penambahan modal tanpa HMETD ini setidaknya memerlukan persetujuan pemegang saham di Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan pada 21 Mei 2015. Selain itu, perseroan merencanakan untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh, yaitu modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan yang ditingkatkan menjadi 4.234.289.171.300 yang terbagi atas 42.342.891.713 saham masing masing bernilai Rp100 per saham.

Dijelaskan, tujuan penambahan saham ini demi meningkatkan kinerja perseoran, serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan perseroan. Di mana perseroan berusaha untuk mengantisipasi seluruh kesempatan dan peluang usaha yang ada serta yang akan ada di masa depan.

Di samping itu, perseroan akan fokus dalam mempertahankan pertumbuhan dan posisi media di industrinya serta lebih mempercepat pertumbuhan bisnis jasa keuangan dan properti. Walaupun masih terdapat tantangan kondisi perekonomian dan pasar modal Indonesia saat ini, perseroan tetap yakin untuk dapat terus meningkatkan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham melalui strategi perseroan yang baik, aksi korporasi yang solid, disiplin dalam mengelola struktur keuangan dan kontribusi kinerja yang sangat baik dari masing-masing entitas usaha anak.

Agar dapat melaksanakan hal tersebut, struktur permodalan dan keuangan perseroan perlu ditingkatkan. Hal tersebut dimaksudkan agar perseroan dapat melakukan kegiatan-kegiatan usaha yang dapat memberikan tingkat pengembalian tinggi kepada perseroan.

Sehingga pada akhirnya akan meningkatkan nilai bagi setiap pemegang saham perseroan. Dengan tujuan agar komitmen perseroan di atas dapat direalisasikan secara tepat waktu, perseroan berencana untuk melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu sebanyak-banyaknya 3.468.448.306 saham dengan nilai nominal Rp100 atau 10% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Saham yang dikeluarkan tersebut berasal dari saham dalam portepel.

Tahun lalu, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp12,43 triliun atau naik 9,51% dari posisi pendapatan Rp11,53 triliun di akhir 2013. Pendapatan yang meningkat di tahun lalu memberikan sentimen yang positif bagi gerak laba bersih perseroan menjadi Rp194,52 miliar, dari posisi mengalami kerugian Rp343,70 miliar di 2013. Laba per saham perseroan menjadi Rp5,40 per saham di tahun lalu, dari posisi minus Rp9,81 per saham di 2013. (bani)

BERITA TERKAIT

Kerjasama Sinergis Sany - MNC Leasing Berikan Pembiayaan DP Ringan

NERACA Jakarta – Bisnis penjualan alat berat di Indonesia semakin prospektif dan bahkan mengalami lonjakan permintaan yang cukup besar. Lonjakan…

Perkuat Bisnis Mobile Banking - Telkomsel Rilis Aplikasi mBanking Telkomsel

NERACA Jakarta – Melengkapi bisnis layanan mobile banking di industri perbankan, Telkomsel meluncurkan layanan digital banking yaitu aplikasi mBanking Telkomsel,…

Perkuat Bisnis Unit Link - Tahun Depan, Asuransi Bintang Bidik Premi Tumbuh 25%

NERACA Jakarta – Memanfaatkan penetrasi asuransi yang masih rendah di Indonesia, PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) menaruh asa di tahun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…