Kemasindo Targetkan Akuisisi 4 Perusahaan

Terbitkan MTN Rp 400 Miliar

Rabu, 15/04/2015

NERACA

Jakarta – Ambisi menguasai pangsa pasar bisnis kemasan dalam negeri, PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk (DJAK) terus membidik beberapa perusahaan yang bakal diakuisisi. Setidaknya, ada empat perusahaan yang bakal di caplok perusahaan pada tahun 2016 nanti,”Kita akan membidik perusahaan kompetitor lokal yang juga berasal dari industri kemasan (packaging) untuk mengkonsolidasikan usaha,”kata Direktur Keuangan Dwi Kemasindo, Witjaksono di Jakarta, kemarin.

Diharapkan setelah akusisi, perusahaan tersebut diproyeksikan dapat memberikan kontribusi pertumbuhan sebesar 10-15% dari total pendapatan perseroan. Melalui aksi korporasi tersebut, perseroan bakal menjadi satu-satunya perusahaan kemasan yang mengusung konsep one stop packging.

Menurut Witjaksono, perseroan akan mengucurkan dana sebesar Rp 200 miliar untuk mengakusisi dua perusahaan tersebut. Disamping itu, perseroan juga bakal melakukan penyertaan modal dari salah satu perusahaan akusisi. Oleh karena itu, guna mendanai ekspansi bisnis tersebut, perseroan bakal menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) senilai Rp 400 miliar.

Rencanannya aksi korporasi untuk menghimpun dana tersebut akan digelar pada kuartal II-2015,“Kami mencari pendanaan dari MTN, rencananya nanti pada Mei tahun ini,” kata Sekretaris Perusahaan Dwi Kemasindo, Henri Victor.

Sesuai rencana, dana segar tersebut akan dialokasikan untuk refinancing (pembayaran) utang jangka panjang perseroan. Selain itu, perseroan juga akan memanfaatkan untuk melangsungkan rencana akuisisi satu perusahaan kompetitor dalam waktu dekat. “Ada dua perusahaan yang akan kita akuisisi tahun ini. Terdekat rencananya pada kuartal II-2015 ini,” ujar Henri.

Selain mencari dana segar melalui MTN, perseroan bakal menerbitkan surat utang (obligasi) sebesar Rp 1,5 triliun. Aksi perseroan tersebut telah direncanakan sejak awal tahun ini, namun masih terkendala hasil pemeringkatan. Target awal perseroan adalah menghimpun dana penawaran obligasi pada akhir semester I. Nantinya, mayoritas dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan pabrik (plant) di Subang, Jawa Barat. Luas lahan (landbank) diproyeksikan mencapai Rp 40-60 hektare (ha). Pembangunan akan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan rampung pada 2017.

Adapun belanja modal (capital expenditure/capex) Dwi Kemasindo tahun ini mencapai Rp 1,5 trilliun atau naik 233 persen dibandingkan 2014 senilai Rp 450 miliar. Sumber dana capex sekitar 10-20 persen berasal dari kas internal. Sisanya, akan diserap dari hasil penawaran umum obligasi. Belanja modal dianggarkan untuk jangka waktu satu tahun, namun diharapkan dapat diserap secara menyeluruh hingga 1,5 tahun.

Sepanjang 2014, perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp 894,48 miliar naik 74,32 persen dibandingkan setahun sebelumnya sebsar Rp 513,12 miliar. Sementara laba komprehensif tahun berjalan perseroan naik 41,22 persen dari Rp 107,86 miliar menjadi Rp 152,32 miliar. (bani)