Gubernur Angkat Suara Kasus Repo Fiktif - Rugikan BPD Maluku

NERACA

Ambon - Gubernur Maluku Said Assagaff menyesalkan kasus transaksi reverse repo surat berharga di perusahaan PT AAA Sekuritas yang menimpa PT Bank Pembangunan Daerah Maluku (BPDM),”Saya selaku gubernur sangat sesalkan kasus reverse repo karena sejak pimpin daerah ini belum berjalan satu tahun ada terjadi malapetaka yang menimpa Bank Maluku," kata gubernur, di Ambon, kemarin.

Menurut dia, sesuai hasil konsultasi dengan pihak pengacara maka, dalam waktu dekat sebagian dana Bank Maluku yang diambil oleh PT AAA Sekuritas dikembalikan,”Pengacara kita menjanjikan dalam waktu dekat sebagian dana Bank Maluku yang diambil oleh PT AAA Sekuritas bisa dikembalikan," katanya.

Gubernur Said mengatakan, Bank Maluku tetap dalam kondisi stabil dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selalu memantau. Terhadap kasus tersebut, kini pimpinan PT AAA Sekuritas sudah ditetapkan sebagai tersangka dan aparat Kepolisian akan menyelidiki lebih jauh siapa lagi yang terlibat dalam kasus reverse repo tersebut.

Sementara Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto pernah bilang, pihaknya belum bisa memberikan keterangan terkait masalah transaksi reverse repo surat berharga pada perusahaan PT AAA Sekuritas dengan PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Maluku, karena masih dalam proses pemeriksaan,”Kami mohon maaf belum bisa menyampikan keterangan terkait masalah transaksi reverse repo surat berharga PT AAA Sekuritas dengan PT Bank Maluku karena masih dalam proses pemeriksaan," kata dia.

Kata Rahmat Waluyanto, proses pemeriksaan belum selesai dan hasilnya akan ditingkatkan ke proses penyelidikan dan penyidikan itu merupakan kewenangan pihak aparat penegak hukum untuk menyelesaikan,”Kami tidak boleh memberikan keterangan mendahului hasil pemeriksaan, karena ada kode etik OJK yang harus ditaati, karena apa yang kami sampaikan saat ini belum tentu sama dengan hasil pemeriksaan, sehingga ada pihak-pihak yang dirugikan," ujarnyanya.

Asal tahu saja, OJK pada 20 Januari 2015 berhasil menemukan masalah transaksi repo pada perusahaan sekuritas PT AAA Sekuritas dengan dua bank masing-masing PT Bank Maluku dan PT Bank Antar Daerah Surabaya. OJK menemukan dengan cepat dalam pengawasan secara terintegrasi. Pada saat itu ditemukan transaksi surat berharga sebesar Rp262 miliar di BPD Maluku, dan pembelian serta reverse repo surat berharga sebesar Rp146 miliar dan 1.250 ribu dolar AS di Bank Antar Daerah Surabaya.

Kedua transaksi tersebut dilakukan masing-masing bank dengan PT AAA Sekuritas namun tanpa didasari dengan underlying assets yang telah diperjanjikan. Padahal seharusnya PT AAA Sekuritas menempatkan surat berharga yang ditransaksikan dimaksud pada sub account masing-masing bank pada PT.Kustodian Sentral Efek Indonesia (PT. KSEI), namun hal tersebut tidak dilaksanakan oleh PT. AAA Sekuritas sebagaimana mestinya.

Maka atas hasil temuan tersebut, OJK telah mengambil langkah-langkah yakni melakukan koordinasi antara Pengawas Perbankan dengan Pengawas Pasar Modal guna melakukan pengecekan terhadap permasalahan dimaksud. Selanjutnya, melakukan pemeriksaan khusus terkait transaksi dimaksud kepada ke dua bank dan bank diharuskan membentuk cadangan atas transaksi tersebut. (ant/bani)

Related posts