LPDP Sebar 2.217 Penerima Beasiswa - di Seluruh Benua

NERACA

Indonesia masih menghadapi masalah pembangunan yang belum merata di setiap wilayah. Salah satu sebabnya, sebaran SDM berpendidikan tinggi belum merata. Untuk memeratakan pembangunan, diperlukan upaya khusus untuk meningkatkan kualitas SDM di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.

Berangkat dari hal tersebut, Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan berupaya mencetak sumber daya manusia berkualitas yang siap menjadi katalisator perluasan dan percepatan pembangunan ekonomi.

Perhatian khusus itu diimplementasikan melalui pemberian beasiswa kepada putra – putri Indonesia untuk menempuh pendidikan magister (S2) dan doktor (S3) ke luar negeri.

Tahun ini LPDP menyebar 2.217 penerima beasiswa ke seluruh benua di dunia untuk menempuh pendidikan S2 dan S3. Di antara para penerima beasiswa ada 100 orang yang menempuh pendidikan S2 atau S3 di beberapa daerah di Amerika Utara dan empat orang belajar di berbagai wilayah di Afrika.

Lalu ada 204 penerima beasiswa yang belajar di berbagai daerah di Australia dan 940 penerima beasiswa yang belajar di berbagai wilayah di Asia. Selain itu ada 879 orang yang menempuh pendidikan di Eropa.

Direktur Utama LPDP Eko Prasetyo berharap semua penerima beasiswa dapat menyelesaikan studi dengan prestasi terbaik sehingga dapat berkontribusi secara maksimal untuk kemajuan bangsa.

"Mereka akan kembali membangun bangsa," ujar dia tentang mereka yang telah lolos dalam proses seleksi penerimaan beasiswa sejak 2014 itu.

Dalam penetapan penerima beasiswa, selain menilai prestasi calon LPDP memprioritaskan para calon yang memilih bidang-bidang ilmu dan tema prioritas.

Bidang ilmu yang dimaksud adalah teknik, sains, pertanian, kedokteran/kesehatan, akuntansi/keuangan, hukum, pendidikan, agama, ekonomi, sosial dan budaya/bahasa.

Sementara tema pendidikan yang diprioritaskan bagi penerima beasiswa pendidikan magister dan doktor adalah kemaritiman, perikanan, ketahanan energi, ketahanan pangan, teknologi transportasi, teknologi pertahanan dan keamanan, serta teknologi informasi dan komunikasi.

Tema prioritas lainnya adalah teknologi kedokteran dan kesehatan, hukum bisnis internasional, keperawatan, industri kreatif, manajemen pendidikan, lingkungan hidup, dan ekonomi/keuangan syariah.

BERITA TERKAIT

Bisnis Hotel Budget Makin Menarik - Swiss-Belhotel International Tambah Jumlah 7 Zest Hotels dI Seluruh Indonesia

Bisnis Hotel Budget Makin Menarik Swiss-Belhotel International Tambah Jumlah 7 Zest Hotels dI Seluruh Indonesia NERACA Jakarta - Swiss-Belhotel International…

Bisnis Hotel Budget Makin Menarik - Swiss-Belhotel International Tambah Jumlah 7 Zest Hotels dI Seluruh Indonesia

Bisnis Hotel Budget Makin Menarik Swiss-Belhotel International Tambah Jumlah 7 Zest Hotels dI Seluruh Indonesia NERACA Jakarta - Swiss-Belhotel International…

Bisnis Hotel Budget Makin Menarik - Swiss-Belhotel International Tambah Jumlah 7 Zest Hotels dI Seluruh Indonesia

Bisnis Hotel Budget Makin Menarik Swiss-Belhotel International Tambah Jumlah 7 Zest Hotels dI Seluruh Indonesia NERACA Jakarta - Swiss-Belhotel International…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Pengembangan Strat Up Dimulai dari Kampus

      Pengembangan perusahaan pemula atau "start-up company" harus dimulai dari kurikulum di perguruan tinggi, demikian disampaikan Rektor Universitas…

Berpacaran Dibawah Umur, Ini Dampak Negatifnya

      Pada saat ini, kita hidup di dalam generasi milenial, dimana orang-orang hidup berdampingan dengan teknologi. Teknologi komunikasi…

Kembalikan Lagu untuk Anak Indonesia

      Lagu merupakan suatu bentuk seni yang digemari setiap kalangan dan sebuah bentuk ekspresi yang dapat menembus banyak…