Tanjung Lesung, Kota Pariwisata Kelas Dunia

Selasa, 07/04/2015

NERACA

Jakarta - PT Banten West Java dan PT Pengembang Pelabuhan Indonesia mulai realisasikan untuk kembangkan Marina Tanjung Lesung, sebagai kawasan marina lengkap dengan fasilitas pendukung yang berkelas dunia. Untuk tahap awal akan dibangun kawasan 100 unit cottage dengan kapasitas masing masing 4- 8 kamar. Di kawasan tersebut dilengkapi fasilitas dermaga/ jetty dengan kapasitas 20 unit berth yang mampu sandari kapal jenis yacht.

Direktur Jababeka, S. D. Darmono mengatakan ini merupakan langkah awal dalam merealisasikan pengembangan kawasan tanjung lesung sebagai Kawasan Marina dengan berbagai jenis pendukungnya yang bertaraf international. Apalagi pengembangan kawasan ini sejalan dengan program pemerintah dalam mengembangkan sektor pariwisata.

"Program industri pariwisata Indonesia kedepannya sebagai penghasil devisa andalan sebagai menjadi penopang perekonomian nasional. Diharapkan dapat terealisai sebagai potensi wisata Indonesia sepenuhnya, khususnya di Propinsi Banten dan dapat mewujudkan mimpi bahwa industri pariwisata menjadi kekuatan Indonesia ke depan," ujar Darmono di Jakarta, Senin (6/4).

Lebih lanjut Darmono mengatakan kami bangga ikut ambil bagian dari pengembangan industri pariwisata khususnya di Banten yang memiliki alam yang indah didukung objek wisata Krakatau, Ujung Kulon, Banten Lama, Perkampungan Baduy, Kota Lama Serang, Rangkasbitung dan Pandeglang, ditambah lagi potensi alam lain yang belum dikembangkang, Tanjung Lesung akan menjadi salah satu dari 500 kota baru modern yang perlu dibangun untuk mengurangi beban Jakarta.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Pengembang Pelabuhan Indonesia, Dani Rusli Utama mengatakan pengembangan Tanjung Lesung sebagai Kawasan Rkonomi Khusus (KEK) dapat mendongkrak investasi baik domestik maupun asing untuk menanamkan modalnya di Propinsi Banten."Kita berharap kawasan ini akan terus berkembang dan sekaligus sebagai destinasi pariwisata unggulan yang berdaya saing tinggi di dunia. Maka kita harus punya ukuran standar internasional untuk membangun industri pariwisata di wilayah ini,"tegas Dani.

Menurut Dani pengembangan pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Banten, bisa menjadi percontohan bagi daerah lainnya di Indonesia, khususnya dalam pengembangan bidang pariwisata. "Kalau Tanjung Lesung ini berhasil maka akan menjadi model daerah lain khusus bidang pariwisata. Maka betapa pentingnya keberhasilan Tanjung Lesung ini sebagai KEK pariwisata," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan, jika industri pariwisata Indonesia berhasil maka pariwisata Indonesia siap bersaing dengan negara-negara lain. Sebab, saat ini Indonesia yang sangat kaya dengan potensi pariwisata alam (nature) dan juga budaya (culture), masih kalah jauh dari Malaysia dan Thailand.

"Malaysia devisa negara dari sektor pariwisata dua kali lipat dari negara kita yakni 20 miliar dolar AS dan Thailand sekitar 40 miliar dolar AS. Sedangkan kita devisa dari pariwisata masih sekitar 10 miliar dolar AS," kata Arief Yahya.

Dia mengatakan, KEK pariwisata Tanjung Lesung dengan potensi pariwisata alam yang sangat baik merupakan mega proyek tourism dengan target kunjungan wisatawan mancanegara sekitar satu juta orang setiap tahun.

engan demikian, jika pengembangan KEK Tanjung Lesung tersebut berhasil akan memberikan dampak terhadap devisa negara yang cukup besar dari sektor pariwisata. "Kami mengharapkan 10 ribu kamar hotel di sini bisa dibangun. Dan yang terpenting akses jalan harus segera dibangun," kata Arief Yahya. Apalagi, kata dia, dengan adanya janji presiden yang siap membangun jalan tol dari Serang menuju kawasan KEK Tanjung Lesung dalam kurun waktu tiga tahun, akan mempercepat proses pengembangan dan akses menuju KEK Tanjung Lesung.

Sekedar informasi Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Tanjung Lesung akan dipercepat pembangunannya menjadi destinasi bertaraf internasional dari semula lima tahun menjadi tiga tahun. Target pembangunan kawasan tersebut disesuaikan dengan pengerjaan jalan Tol Serang-Panimbang sepanjang 80 km yang menjadi akses ke Tanjung Lesung. Pembangunan KEK Tanjung Lesung sebetulnya telah dicanangkan selama 24 tahun, yakni sejak 1991 tetapi terkendala karena kurang dukungan pemerintah pusat dan daerah.

KEK pariwisata Tanjung lesung akan dibangun di area seluas 1.300 hektare dan digadang-gadang menjadi Desain Induk Pariwisata Kota Air Tahun 2020 seperti Venesia di Italia. Di dalamnya terdapat berbagai sarana dan prasarana pendukung kepariwisataan, termasuk bandara, hotel, hingga sekolah menengah kejuruan pariwisata, serta sarana pendukung lainnya. Kawasan yang dijuluki Paradise of West Coast itu nantinya akan juga memiliki Pelabuhan Marina terbesar di Indonesia dengan total 600 dermaga, termasuk koridor untuk cruise mewah yang berlayar melewati peraitan Selat Sunda.

Tanjung Lesung merupakan tujuan wisata andalan Provinsi Banten selain tujuan wisata lainnya seperti Pantai Carita, Taman Nasional Ujung Kulon, Gunung Anak Krakatau, dan Pulau Umang. Tanjung Lesung secara administratif bernaung di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, sekira 180 kilometer dari Jakarta. Tempat ini bisa ditempuh melalui jalan darat selama 4 jam dari Jakarta dan cara terbaik ke Tanjung Lesung adalah melalui jalur laut yang bisa diberangkatkan dari Ancol ataupun Pantai Indah Kapuk.