HIPMI Desak Pemerintah Ciptakan Pengusaha Baru

Kamis, 02/04/2015

NERACA

Jakarta - Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) 2015-2018 Bahlil Lahadalia mendorong agar pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus menghentikan penerimaan Calon PNS baru. Pemerintah harus mendorong terciptanya pengusaha-pengusaha baru, bukan PNS-PNS baru.

Ia berjanji bakal mencetak pengusaha muda-muda baru di tanah air. Ia menargetkan bisa mencetak 600.000 orang pengusaha baru selama masa kepemimpinannya. Bahlil mengatakan, sedikit miris mengetahui fakta bahwa Indonesia masih minim pengusaha. Bila dibandingkan dengan Singapura, Malaysia atau Thailand yang jumlah penduduknya tak lebih banyak dari Indonesia, jumlah pengusaha di tanah air justru kalah. "Minimnya jumlah pengusaha kita. Kita 1,3% dari total penduduk. Singapura 7%, Malaysia 4,5% sampai 5% begitu juga dengan Thailand," kata Bahlil.

Bukan hal mudah menurutnya untuk menciptakan pengusaha baru dengan merubah mindset para generasi muda untuk memilih menjadi pengusaha dibanding pegawai negeri sipil (PNS). "Ini pekerjaan paling berat," tuturnya.

Bahlil bakal memiliki program goes to campus, yang mana akan memberikan pendidikan dan pelatihan untuk generasi muda agar mau menjadi pengusaha.

Di samping itu, Bahlil juga mendorong Presiden Joko Widodo untuk melakukan moratorium atau penghentian sementara penerimaan PNS agar generasi muda yang baru lulus tak selalu terpaku untuk menjadi pegawai negeri sipil. "Kalau target kita sebanyak-banyaknya. Sekitar 600.000. Sebanyak 600.000 sampai 1 juta itu bagus," tutupnya.

Sebelumnya, pada era Presiden SBY telah berlaku moratorium penerimaan PNS. Pada era Presiden Jokowi, kebijakan ini dilanjutkan. Jajaran kepengurusan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) sudah berganti. Pucuk pimpinan Ketua Umum sudah berpindah, dari Raja Sapta Oktohari ke Bahlil Lahadalia. Kepengurusan HIPMI periode 2015-2018 ini bakal resmi dilantik besok oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahadalia menuturkan, akan ada 99 Badan Pengurus Harian (BPH) HIPMI dan 55 Pengurus di badan otonom yang dilantik besok. “Akan dilantik oleh Wapres, pengurus tak lebih dari 100,” kata Bahlil.

Bahlil mengatakan, acara pelantikan yang bakal digelar di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan besok itu, bakal dilengkapi dengan dialog ekonomi antara pemerintah, pelaku usaha, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan lainnya. “Nanti juga akan ada dialog pemerintah, parlemen, dunia usaha, OJK juga. Sebelum pelantikan, membahas mengenai ekonomi,” tuturnya.

Seperti diketahui, ‎Bahlil diangkat menjadi Ketua HIPMI menggantikan Raja Sapta Oktohari, melalui proses yang panjang dalam musyawarah nasional (Munas). Munas yang pertama di Bandung berakhir deadlock, karena tak ada mendapatkan keputusan. Munas dilanjutkan di Bogor hampir sebulan kemudian, dan terpilih‎lah Bahlil mengalahkan 2 kandidat lain, yaitu Bayu Priawan Djokosoetono dan Bagus Hermanto.