Lebih Beragam dan Pertebal Nuansa Internasional

Semarak IIMS 2015

Sabtu, 04/04/2015

Pameran otomotif terbesar Indonesia yaitu IIMS (Indonesia International Motor Show) memasuki era baru. Edisi 2015 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 20-30 Agustus dipastikan berlangsung lebih semarak, display produk lebih beragam, makin kental nuansa internasionalnya ditambah dengan acara-acara pendukung yang dibuat lebih bervariasi.

NERACA

Hal itu ditegaskan Hendra Noor Saleh, Direktur PT Dyandra Promosindo selaku penyelenggara rutin IIMS dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (31/3). Acara itu sekaligus memperkenalkan tagline baru IIMS, The Essence of Motor Show.

“Tagline ini menjadi jiwa IIMS yang dilandasi oleh semangat perubahan. Sudah tiba waktunya mengubah konsep penyelenggaraan. Tak lagi sekadar ajang pamer dan transaksi kendaraan roda empat, tapi menyeluruh berikut semua elemen yang berkaitan dengan otomotif. Semua intisarinya dirangkum dalam satu event, yakni IIMS. Masih akan mengetengahkan produk-produk baru APM, tapi saat bersamaan juga dihadirkan para peserta dari kalangan industri pendukung. Termasuk kalangan usaha menengah yang selama ini kurang mendapat tempat. IIMS harus menjadi bagian dalam program peningkatan industri dalam negeri,” kata Hendra.

Pergeseran lain adalah upaya-upaya untuk menyentuh aspek modifikasi,motorsport,lifestyle, bahkan juga mulai memberi ruang untuk sepeda motor dan pernak-perniknya. Yang juga penting dan dirasa mendesak adalah mengentalkan atmosfer internasional sebagaimana label selama ini. Mulai dari penyelenggaraan IIMS 2015, program itu akan terus ditingkatkan dengan menggandeng asosiasi terkait dari luar negeri maupun industrinya. Untuk tahun ini, misalnya, Dyandra sudah berkolaborasi dengan Grand Prix International (GPI) sebagai penyelenggara Bangkok International Motor Show (BIMS) yang tercatat dalam 5 besar pameran otomotif terbaik dunia.

Di tengah kesibukan menggelar BIMS pada 25 Maret – 5 April 2015, President GPI Dr. Prachin Eamlumnow sampai mengadakan jumpa pers khusus untuk mengutarakan antusiasmenya bekerjasama dengan Dyandra. Ia berjanji menyokong sepenuhnya IIMS, menghubungkannya dengan pabrikan, danmenyiapkan semua yang diperlukan untuk membuat IIMS lebih semarak dari sebelumnya.“ Saya bahkan siapkan sejumlah koleksi eksklusif jika IIMS membutuhkannya untuk memeriahkan IIMS 2015, termasuk juga para spesialis sebagai konsultan,” katanya.

Sebagaiorganizeryang sudah menggarap BIMS selama 36 tahun, kerjasama Dyandra dengan GPI diyakini akan berdampak positif bagi industri otomotif Indonesia. Terlebih karena GPI sudah punya jaringan tersendiri di kawasan Asean. Pasalnya, GPI juga tercatat sebagai penyelenggara Pnom Penh Motor Show di Kamboja,co-organizerPhillipine Motor Show, dan mulai tahun depan akan mengelola Myanmar Motor Show.

“Kami juga ingin IIMS jadi ajang pertemuan kalangan bisnis dan industri nasional dengan pihak asing. Harapannya adalah mempertajam potensi investasi asing ke negeri kita, terutama dalam rangka era ASEAN Economic Community. Salah satu jalan pembuka adalah kerjasama dengan GPI,” jelas Hendra yang bersama timnya baru kembali dari BIMS.

Lazimnya sebuah pameran akbar, IIMS 2015 tentu juga menyiapkansupporting eventsebagai unsur penyemarak. Pelengkap acara yang sudah dipastikan adalah, ASEAN Stunt Day, Bazaar Bagasi, Parade Test Drive & Ride, Gajah Monster Show, IIMS Military Zone, IIMS Indonesian Builder, Super Moto, IIMS Drift War 3, Indonesia Racing History, dan New Food Truck Area.

“Beberapa acara lain tengah digodok. Pilihan produk yang didisplaymakin beragam, acara pendukungnya pun banyak pilihan. Intinya, kami ingin pengunjung punya pengalaman personal yang mengesankan sepulangnya dari IIMS,” imbuh Ery Erlangga, Direktur PT Dyandra Promosindo, pada kesempatan yang sama.

Mirna Gozal selaku Public Relations Manager PT Dyandra Promosindo pun menambahkan kembali mengadakan Lomba Penulisan Wartawan (LPW) pada tahun ini. Motivasinya adalah untuk memberi ruang publisitas terhadap berbagai kemajuan industri dalam negeri yang terangkum dalam pameran. Dengan begitu penetrasi mereka di pasar pun bisa lebih kencang, khususnya bagi sektor industri pendukung yang selama ini seperti kurang tempat.