Laba Emiten Produsen Ban Saling Salip

GJTL Raup Laba Rp 269,79 Miliar

Rabu, 01/04/2015

NERACA

Jakarta –Kendatipun industri penjualan otomotif tahun lalu bergerak stagnan, namun permintaan ban masih mengalami pertumbuhan cukup signifikan. Hal inilah yang dialami PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) yang mencetak laba bersih sepanjang tahun 2014 sebesar Rp269,79 miliar. Angka tersebut naik 124,26% dari posisi sebesar Rp120,33 miliar di akhir 2013.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (31/3), laba per saham GJTL menjadi Rp77 per saham di tahun lalu, atau naik dari posisi sebesar Rp35 per saham di 2013. Laba kotor perseroan menjadi Rp2,44 triliun di akhir 2014, atau turun dari posisi sebesar Rp2,48 triliun di 2013. Laba sebelum pajak menjadi Rp394,06 miliar di 2014, atau naik dari posisi sebesar Rp166,47 miliar di 2013.

Sementara itu, laba yang meningkat memberikan dorongan bagi penjualan perseroan. Penjualan yang digapai menjadi Rp13,07 triliun di 2014, atau naik dari posisi penjualan Rp12,35 triliun di akhir 2013. Beban pokok penjualan mencapai Rp10,62 triliun di 2014, atau naik dari posisi sebesar Rp9,86 triliun di 2013. Beban penjualan menjadi Rp793,73 miliar di akhir tahun lalu, atau naik dari posisi Rp709,68 miliar di 2013.

Rugi kurs perseroan menjadi Rp179,42 miliar di akhir tahun lalu, atau turun signifikan dari rugi kurs sebesar Rp889,99 miliar di 2013. Jumlah liabilitas perseroan sebesar Rp10,05 triliun di 2014, dari posisi Rp9,62 triliun di 2013. Sedangkan ekuitas perseroan menjadi Rp5,98 triliun di tahun lalu, atau naik dari posisi Rp5,72 triliun. Adapun posisi aset sepanjang tahun lalu menjadi Rp16,04 triliun, atau melonjak dari posisi aset sebesar Rp15,35 triliun di akhir 2013.

Tahun ini, Gajah Tunggal menargetkan penjualan tumbuh delapan sampai sembilan persen. Disebutkan, porsi penjualan ban GJTL pada 2014 lalu masih didominasi oleh pasar aftermarket (pasar sekunder automotif) dengan porsi penjualan sebanyak 49% dari total keseluruhan penjualan. Sedangkan penjualan ke Original Equipment Manufacture (OEM/produsen peralatan asli) hanya sebanyak 13%.

Disebutkan, pasar penjualan GJTL pada 2014 masih didominasi ke Amerika Serikat (AS) sebesar 46% dari total ekspor. Sedangkan ekspor ban perseroan ke Negeri Paman Sam masih berlangsung lancar dan tidak ada kendala. Sementara itu, kompetitornya PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) mengalami penurunan laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 528,08 ribu di akhir 2014, dari posisi laba US$ 3,67 juta di 2013.

Sementara itu, laba per saham perseroan menjadi US$ 0,006 per saham di tahun lalu, atau turun dari posisi sebesar US$ 0,040 per saham di 2013. Laba usaha menjadi US$ 6,55 juta, atau naik dari posisi laba sebesar US$ 685,55 ribu di 2013. Laba sebelum pajak menjdi US$ 2,26 juta di akhir 2014, atau naik dari posisi rugi sebelum pajak sebesar US$ 5,69 juta di 2013. Laba bruto menjadi US$ 45,19 juta di tahun lalu, atau turun dari posisi US$ 48,66 juta di 2013.

Sedangkan laba perseroan yang turun memiliki impact bagi kinerja penjualan perseroan yang menjadi US$ 284,31 juta, dari posisi pendapatan sebesar US$ 323,89 juta di akhir 2013. Beban pokok turun menjadi US$ 239,11 juta di 2014, dari posisi beban sebesar US$ 275,22 juta. (bani)

Topik Terkait

emiten ban