ITMG Bagikan Dividen Final US$ 160,1 Juta - Bidik Pendapatan US$ 1,8 Miliar

NERACA

Jakarta – Bisnis tambang batu bara boleh lesu seiring dengan murahnya harga batu bara di pasar dunia, namun kondisi ini tidak membuat PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) pelit untuk membagikan dividen kepada pemegang saham. Hasil rapat umum pemegang saham (RUPS), produsen batu bara tersebut akan bagikan dividen final sebesar US$ 160,1 juta, atau 80% dari total laba bersih perseroan tahun lalu sebesar US$ 200 juta.

Dividen dibagikan sebagai interim sebesar US$ 103,6 juta pada November tahun lalu, dan dividen tunai sebesar US$ 56,4 juta akan dibagikan pada 24 April tahun ini. Direktur Utama Indo Tambangraya Megah, Pongsak Thongampai mengungkapkan, dividen interim yang telah dibagikan setara dengan Rp 1.100 per saham, sedangkan dividen tunai setara Rp 645 per saham,”Sisa laba bersih sebesar US$ 40 juta akan menambah laba ditahan untuk mendukung pengembangan perseroan,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Sementara itu, hingga akhir tahun lalu Indo Tambangraya memiliki total aktiva sebesar US$ 1,3 miliar. Sedangkan total ekuitas perseroan tercatat sebesar US$ 899 juta. Tahun ini, perseroan melihat industri batu bara masih tertekan. Dimana pasokan yang berlebih dan rendahnya permintaan serta harga yang rendah menjadi penyebabnya.

Maka dari itu, kata Direktur Keuangan ITMG Edward Manurung, tahun ini harga jual rata-rata batubara ITMG diperkirakan hanya US$ 58 - US$ 60 per ton. Harga ini lebih rendah dibanding tahun lalu yang sebesar US$ 67,1 ton. "Kami menargetkan penjualan sebesar 30 juta ton atau naik dari realisasi tahun 2014 sebesar 29 juta ton untuk menkompensasi penurunan harga,”ungkapnya.

Dengan target penjualan 30 juta ton, maka tahun ini ITMG menargetkan pendapatan antara US$ 1,74 miliar - US$ 1,8 miliar. Target ini lebih rendah dibanding pendapatan tahun 2014 sebesar Rp US$ 1,94 juta. Kemudian untuk menjaga agar laba tetap positif, ITMG akan melanjutkan strategi efisiensi yang sudah diterapkan selama ini.

Pertama, menurunkan rasio kupas sehingga dapat menghemat biaya. Kedua, menggunakan teknik baru penambangan dengan biaya yang lebih rendah. Ketiga, menghemat biaya logistik terutama dari sisi bahan bakar dengan memperpendek jarak tempuh. Keempat, menggunakan anggaran belanja modal alias capex untuk kebutuhan mendesak.

Untuk tahun ini ITMG menyiapkan capex sebesar US$ 64,4 juta yang berasal dari kas internal. Perseroan akan menggunakan capex untuk investasi baru seperti hauling road dan maintenance. Capex ITMG tahun ini lebih rendah rendah dari asumsi sebelumnya sebesar US$ 80 juta.

ITMG juga menjajaki peluang untuk menggarap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) baru. ITMG berencana menggarap pembangkit listrik berkapasitas 1 x 100 mega watt (MW) dengan nilai investasi sekitar US$ 100 juta. Hingga saat ini perseroan mengaku masih mempelajari rencana tersebut.

Pembangunan PLTU ini menjadi strategi perseroan untuk melakukan diversifikasi bisnis guna mengantisipasi turunnya harga batubara. Apalagi peluang bisnis pembangkit terbilang besar mengingat kebutuhan listrik dalam negeri yang cukup besar. "Kami ingin diversifikasi namun tetap fokus di energi," lanjut Edward. Saat ini ITMG telah memiliki satu pembangkit listrik berkapasitas 2 x 7 Mega Watt (MW) di Blok Timur area pertambangan salah satu entitas usahanya, PT Indominco Mandiri yang digunakan untuk keperluan sendiri. (bani)

BERITA TERKAIT

Ditopang Pendapatan Grup - Pendapatan Operasional GMF Tumbuh 7%

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) membukukan pendapatan operasional senilai US$…

URBN Bidik Rp 650,3 Miliar Private Placement

Danai pengembangan bisnisnya, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) berencana menerbitkan 320,366 juta lembar saham baru atau 10% dari modal…

Lepas 33,07% Saham Ke Publik - Wahana Interfood Bidik Dana IPO Rp 33 Miliar

NERACA Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnisnya lebih pesat lagi, PT Wahana Interfood Nusantara bakal mencari pendanaan di pasar modal dengan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PPRO Berikan Kran Air Siap Minum di Semarang

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) pada lingkungan, PT PP Properti Tbk (PPRO) bersama…

Tawarkan IPO Rp 178 -198 Persaham - Interfood Bidik Kapasitas Produksi 10.600 Ton

NERACA Jakarta –Perusahaan produsen cokelat, PT Wahana Interfood Nusantara menawarkan harga penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO)…

Mandom Targetkan Penjualan Tumbuh 10%

Sepanjang tahun 2019, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) membidik pertumbuhan penjualan sebesar 5% hingga 10%. Hal itu ditopang pertumbuhan penjualan…