PT Timah Mengasah Bisnis Sektor Properti - Targetkan Laba Bersih Rp 1 Triliun

NERACA

Jakarta – Kejar perolehan laba bersih tahun ini sebesar Rp 1 triliun, PT Timah (Persero) Tbk (TINS) lebih mengandalkan bisnis properti sebagai kontribusi pendapatan selain sektor tambang timah. Disebutkan, predisksi perolehan laba bersih sebesar Rp 1 triliun meningkat jika dibandingkan dari raihan laba sebesar Rp637,70 miliar di 2014,”Target itu, kami harapkan bisa dicapai. Saya akan minta teman-teman bisa cetak (laba) Rp1 triliun," kata Direktur Utama PT Timah, Sukrisno di Jakarta, Kamis (26/3).

Menurut dia, demi meraih target laba Rp1 triliun di tahun ini, perseroan bakal mengembangkan beberapa pilar, seperti pembentukan anak usaha di sektor properti. Anak perusahaan properti ini akan menggarap proyek perumahan di Bekasi dengan menggandeng perusahaan BUMN Karya.

Kemudian, perseroan juga memiliki rencana membangun dua smelter timah baru dan pengembangan sektor galangan kapal. "Itu nantinya yang akan kita tingkatkan demi meraih kinerja perseroan, tidak bergantung pada timah, agar kita dapatkan triliunan rupiah," tutur Sukrisno.

Seperti diketahui, PT Timah berhasil meraih laba bersih sebesar Rp637,70 miliar di akhir 2014, atau naik 9,89% dari posisi Rp580,54 miliar di 2013. Laba sebelum pajak perseroan menjadi Rp1,02 triliun di akhir tahun lalu, atau naik dari posisi sebesar Rp866,97 miliar di 2013.

Tahun ini, perseroan menganggarkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp1,2 triliun di tahun ini. Dana capex akan digunakan untuk pengembangan proyek dan juga ekspansi bisnis perseroan,”Dana capex akan kita dapatkan dari kas internal dan juga pinjaman perbankan. Kas yang didapatkan dari laba, setelah diberikan diberikan dividen," kata Sukrisno.

Disebutkan, saat ini perseroan masih mempunyai stand by loan dari perbankan yang mencapai Rp3 triliun, dana itu juga bisa digunakan untuk pembiayaan capex perseroan di tahun ini. Capex sebesar Rp1,2 triliun, kata dia, rencananya sebesar Rp30 miliar-Rp40 miliar untuk pembanguan satu smelter. Sebesar Rp90 miliar akan digunakan mengembangkan unit usaha galangan kapal,”Pada tahun ini juga kita akan kembangkan dock yacht, jadi nanti akan lebih banyak mendapatkan order dari luar maintanance dan pembuatan kapal baru," jelasnya.

Sementara itu, sebesar Rp150 miliar akan digunakan untuk membangun kawasan perumahan di wilayah Bekasi. Sebab, perseroan akan mengembangkan kawasan properti,”Totalnya seluruh dana capex tahun ini Rp1,2 triliun," kata Sukrisno.

Kemudian berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham, perseroan akan memberikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp191,39 miliar atau setara 30% dari posisi laba bersih sebesar Rp637,70 miliar di 2014,”Pembagian dividen kepada pemegang saham telah disahkan pada saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk tahun buku 2014. Dividen kita berikan Rp191,39 miliar atau setara Rp25,7 per saham,”ungkapnya. (bani)

Related posts