KSEI Raup Laba Bersih Rp 212,85 Miliar

NERACA

Jakarta – Seiring aktifnya transaksi di pasar modal dan aksi ramainya aksi korporasi yang dilakukan emiten membawa dampak terhadap kinerja keuangan PT Kustodian Sentral Efek Indoesia (KSEI). Pasalnya, perseroan berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 45,88% sepanjang tahun lalu. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (25/3).

Disebutkan, KSEI mencatatkan laba bersih sebesar Rp 212,85 miliar per akhir Desember 2014. Sebagai perbandingan, di akhir 2013, laba bersih KSEI ada di kisaran Rp 145,9 miliar. Berdasarkan publikasi laporan keuangan resmi, kenaikan laba bersih ini sejalan dengan peningkatan pendapatan lembaga nirlaba ini. Total pendapatan KSEI tahun lalu ada di angka Rp 461,75 miliar. Pencapaian ini 25,95% lebih tinggi dari realisasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp 366,61 miliar.

Pendapatan usaha bersih tercatat sebesar Rp 308,65 miliar naik dari Rp 286,59 miliar di tahun sebelumnya. Pendapatan investasi meningkat dari Rp 71, 89 miliar menjadi Rp 148,5 miliar. Beban usha perseroan meningkat dari Rp 187,15 miliar. Salah satu pos yang menyebabkan kenaikan adalah iuran kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Nilai iuran yang harus disetor mencapai Rp 30,86 miliar. Angka itu setara dengan 10% dari total pendapatan usaha bersih perseroan. Seperti diketahui, OJK mewajibkan para self regulatory organizations (SRO) dan penyelenggara perdagangan surat utang negara di luar bursa efek membayar iuran tahunan sebesar 15% dari pendapatan usaha mulai tahun ini. Untuk tahun lalu OJK masih mengenakan 2/3 dari ketentuan normal.

Tahun ini banyak inisiatif pengembangan infrastruktur pasar modal Indonesia yang tengah dikembangkan oleh KSEI yang perlu dituntaskan pada 3-4 tahun ke depan,”Target kami tahun ini adalah melanjutkan inisiatif program yang telah ada, dengan mengacu pada 'timeline' yang telah direncanakan sebelumnya,”kata Margeret M. Tang, Direktur Utama KSEI.

Dia mengemukakan, KSEI memiliki tiga rencana besar inisiatif pengembangan infrastruktur pasar modal yang meliputi pengembangan proyek infrastruktur C-BEST Next Generation, sistem pengelolaan investasi terpadu dan AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas) financial hub.

Menurutnya, koordinasi yang baik diperlukan di semua level untuk mewujudkan inisiatif KSEI dalam mengembangkan infrastruktur pasar modal dalam memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi investor. Dengan formasi lengkap dari anggota direksi, diharapkan koordinasi dapat berjalan semakin lancar.

Margeret M. Tang mengharapkan bahwa koordinasi yang baik selama ini mulai dari level staf hingga puncak organisasi perusahaan termasuk anggota direksi agar pengembangan dapat terselenggara dengan baik dapat terus berjalan. (bani)

Related posts