Antam Siapkan Belanja Modal Rp 2,3 Triliun

NERACA

Jakarta – Tahun ini, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 2,3 triliun pada tahun ini. Tri Hartono, Sekretaris Perusahaan ANTM mengatakan, mayoritas belanja modal itu bakal digunakan untuk penyelesaian Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP),”Proyek ini akan mendongkrak kapasitas produksi nikel pabrik Pomalaa dari 18.000-20.000 ton per tahun menjadi 27.000-30.000 ton per tahun,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, delapan tahap proyek tersebut diharapkan sudah bisa selesai pada Oktober 2015. Namun, dana capex itu kemungkinan masih akan bertambah karena ANTM bakal mendapat kucuran dana dari Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 3,5 triliun. Namun, Tri belum mau menyebutkan revisi belanja modal tahun ini. Belanja modal juga digunakan untuk menyelesaikan pabrik anode slime di Gresik, Jawa Timur senilai US$ 40 juta.

ANTM sendiri memiliki tiga proyek smelter yang akan dikebut. Nilai investasi proyek smelter tersebut mencapai US$ 3,34 miliar atau sekitar Rp 40 triliun. Selain dari PMN, ANTM akan mendanai belanja modal dari dana kas dan pinjaman perbankan yang sudah didapatkan sebelumnya. Di akhir tahun lalu, ANTM memiliki dana kas sebesar Rp 2,6 triliun.

Sebagai informasi, sepanjang tahun lalu, Antam masih membukukan rugi bersih senilai Rp 775,28 miliar, dibandingkan raihan tahun sebelumnya di mana Antam masih bisa mencatatkan keuntungan Rp 409,94 miliar. Disebutkan, kerugian yang di derita perseroan disebabkan oleh penjualan yang turun tahun lalu sebesar 16,56% menjadi Rp 9,42 triliun, dari tahun sebelumnya senilai Rp 11,29 triliun.

Penurunan penjualan didorong oleh pelemahan harga komoditas, terutama nikel dan emas. Selain itu, kebijakan pemerintah yang melarang ekspor bijih mineral mentah turut berdampak pada kinerja perseroan. Adapun berdasarkan jenis komoditas, penjualan bersih untuk nikel sepanjang 2014 tercatat sebesar Rp 4,06 triliun, turun 33,66% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 6,12 triliun. Sementara penjualan emas dan permurnian (gold and refinery) sepanjang tahun lalu naik 2,4% menjadi Rp 5,14 triliun dari sebelumnya Rp 5,02 triliun.

Saat ini, Antam tengah mengkaji pemangkasan penawaran umum terbatas saham (rights issue) menjadi sekitar Rp 5,3 triliun, dari rencana semula Rp 10,77 triliun. Hal tersebut seiring dengan penurunan rencana Penyertaan Modal Negara (PMN) menjadi Rp 3,5 triliun, dari Rp 7 triliun.

Direktur Keuangan Aneka Tambang Djaja Tambunan pernah bilang, kepastian rencana rights issue masih perlu melewati sejumlah tahap. Selain di DPR, aksi rights issue juga wajib mendapatkan persetujuan pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan Maret 2015. Saat ini, negara menguasai saham emiten berkode ANTM tersebut sekitar 65%, dan sisa 35% dimiliki investor public. (bani)

Related posts