BEI Masih Kejar Target 2 Juta Investor - SPM Kembali Digelar

NERACA

Jakarta – Ambisi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkatkan jumlah investor lokal perlu diapresiasi. Pasalnya, komitmen BEI meningkatkan pemahaman dan pendalaman pasar modal terhadap masyarakat sangat besar. Hal ini terbukti dengan kembali digelarnya sekolah pasar modal ke-10 untuk konvensional sejak tahun 2006 dan sekolah pasar modal syariah yang sudah di mulai tahun 2010 lalu.

Direktur Pengembangan BEI, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, diharapkan melalui sekolah pasar modal ini mampu meningkatkan minat investor lokal bermain saham dan hal ini dinilai cukup efektif. Buktinya, sejak tahun 2009 hingga saat ini jumlah investor aktif di pasar modal terus bertambah,”Bila dahulu investor aktif hanya 150 ribu orang, kini sudah tumbuh menjadi 500 ribu investor,”ujarnya di Jakarta, Selasa (24/3).

Dirinya berharap, dengan berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi pasar modal mulai dari gerakan cinta pasar modal hingga pojok bursa mampu memicu jumlah investor lokal terus tumbuh. Bahkan pihak BEI, lanjut Frederica menargetkan bisa mencapai jumlah investor lokal sebanyak 2 juta atau 1% dari total populasi masyarakat Indonesia saat ini sebesar 250 juta jiwa lebih.

Kata Friderica, kembali di gelarnya sekolah pasar modal (SPM) diyakini mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat umum terhadap industri,”Penyelenggaraan SPM dan SPMS itu seiring dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta harga saham emiten-emiten di dalamnya yang semakin dinamis sehingga menuntut perhitungan yang cermat bagi setiap investor dalam menentukan arah investasinya," ujar Friderica.

Dia mengatakan bahwa semakin tinggi tingkat pemahaman masyarakat terhadap pasar modal maka akan membuat investor domestik semakin cerdas dan andal dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia. Disebutkan, dalamk kegiatan SPM dan SPMS akan memberikan informasi yang menyeluruh tentang dunia investasi, serta senantiasa berupaya meningkatkan jumlah investor pasar modal Indonesia,”SPM dan SPMS adalah program edukasi dan sosialisasi pasar modal yang diselenggarakan secara berkala dan gratis baik di Jakarta maupun di kantor perwakilan BEI yang terdapat di 17 kota di seluruh Indonesia," kata Friderica Widyasari Dewi.

SPM dan SPMS diselenggarakan oleh BEI, PT Kliring PenjaminanEfek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Dan didukung oleh 12 anggota bursa (AB). SPM telah dilaksanakn sejak 2006 dan SPMS sejak 2010.

Friderica Widyasari Dewi menjelaskan SPM dan SPMS terdiri dari dua level, yaitu level satu dan level dua. SPM level satu ditujukan untuk masyarakat umum yang ingin mengetahui atau yang ingin memperdalam investasi di pasar modal. Sedangkan SPM level dua ditujukan untuk investor yang ingin meningkatkankemampuan dan pengetahuan tentang investasi saham.

Materi yang disampaikan dalam SPM dnan SPMS itu mulai dari pengenalan investasi hingga landasan regulasi dan fiqih pasar modal syariah, mekanisme transaksi saham syariah, dan simulasi transaksi saham syariah menggunakan Syariah Online trading System (SOTS).

Asal tahu saja, sejak diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia 37tahun lalu, dominasi asing dalam kepemilikan efek masih tinggi dibandingkan dengan investor lokal. Diungkapkan, salah satu penyebab minimnya jumlah investor perorangan ini adalah kurangnya pengetahuan teknis mengenai pasar modal. Analis BNI Securitas, Yasmin Soulisa pernah bilang, besarnya dominasi investor asing dalam pasar modal Indonesia memberikan resiko tersendiri bagi pasar modal kita,”Besarnya presentase investor asing menjadikan pasar modal kita jadi lebih mudah terpengaruh oleh kondisi perekonomian Amerika atau Eropa misalnya, karena investor asing ini bisa tiba-tiba melepaskan saham mereka dan karena jumlahnya besar akan sangat mempengaruhi pasar modal Indonesia," kata Yasmin. (bani)

Related posts