BERSUMBER DARI APBN 2011 RP 4,8 MILIAR Tiga Pasar Tradisional di Kuningan Tengah Direvitalisasi

NERACA

Kuningan – Tiga pasar tradisional dari 26 pasar yang ada di Kabupaten Kuningan saat ini tengah disulap menjadi pasar tradisional yang bersih, refresentatif dan semi modern sehingga tetap menjadi pusat perbelanjaan yang didambakan masyarakat.

Ke-tiga pasar tradisional tersebut diantaranya, pasar Ancaran Kecamatan Kuningan, pasar Darma Kecamatan Darma dan pasar Karamatmulya Kecamatan Karamatmulya. Proyek Revitalisasi pasar tersebut bersumber dari APBN tahun 2011 sebesar Rp 4,8 miliar.

“Mudah-mudahan rencana revitalisasi ini bisa menyentuh semua pasar tradisional yang ada di Kabupaten Kuningan,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Nana Sudiana didampingi Kabid Perdagangan R. Markum, kepada Harian Ekonomi Neraca di Kuningan, Jumat (16/9) lalu.

Selama ini pasar tradisional selalu terkesan kumuh, semrawut dan tidak menarik masyarakat untuk berbelanja ke pasar. Akibatnya, masyarakat lebih memilih pasar modern (swalayan, mini market, super market dan lainnya). Jika dibiarkan, menurut Nana, ditakutkan pasar tradisional semakin tergilas dengan merebaknya pasar modern, dan mematikan para pedagang kecil yang mengandalkan jual beli di pasar tradisional.

Untuk itu, pemerintah pusat membuka lebar program revitalisasi pasar dengan tidak merubah fungsi dari pasar tradisionalnya itu sendiri. Kuningan, baru tahun 2011 ini menjadi tahap awal dalam program revitalisasi pasar oleh pemerintah. Sebelumnya, Kuningan telah mencoba menggebrak revitalisasi dengan menggandeng swasta, yaitu dengan merubah Pasar Cilimus. “Sekalipun memang agak sulit, tapi Alhamdulillah akhirnya terwujud juga,” tandas dia.

Barometer Pasar Tradisional

Tidak sekedar tiga pasar tradisional, tahun 2012 Kuningan tengah mengusulkan ke pemerintah pusat untuk revitalisasi Pasar Kepuh dan Pasar Baru. Ke-dua pasar tersebut merupakan barometer dari seluruh pasar tradisional yang ada di Kabupaten Kuningan. Jika Pasar Baru dan Pasar Kepuh bersih dan bisa semi modern berarti pasar tradisional yang lainnya pun akan seperti itu.

“Tapi karena untuk merevitalisasi ke-dua pasar itu butuh dana yang sangat besar, maka dana Rp 4,8 miliar ini lebih cukup untuk pasar tradisional ukuran kecil dulu. Diharapkan tahap selanjutnya bisa untuk pasar lain, terutama pasar yang dijadikan barometer,” papar Nana.

Sementara keterangan lain diperoleh Neraca menyebutkan, di sisi lain, pertumbuhan pasar modern di Kuningan sangat sulit terbendung. Saat ini, jumlahnya hampir mencapai 60 buah pasar modern, sedangkan pasar tradisional hanya 26. Jika pemerintah tidak tegas dalam mengawasi dan memberi izin, maka tidak mustahil pasar tradisional akan tergilas dan masyarakat pun akan hidup lebih konsumtif.

Related posts