Pemkab Kuningan Kurang Perhatikan Masjid Syiarul Islam

NERACA

Kuningan – Ironis memang, Masjid Agung terbesar di Kab. Kuningan Masjid Syairul Islam, berlokasi di seputar taman kota, ternyata luput dari perhatian Pemkab Kuningan baik anggaran maupun hal lainnya. Dampaknya, honor petugas kebersihan lebih kurang sudah empat bulan tidak dibayar.

Hal tersebut nampaknya menjadi sorotan penting DPRD setempat dalam menyoroti realisasi pelaksanaan APBD Semester I tahun 2011. DPRD sangat menyayangkan pihak eksekutif yang kurang peduli terhadap kelangsungan Masjid Syairul Islam, terutama nasib pengurus dan petugas di lingkungan masjid tersebut.

“Manajemen pemeliharaan Masjid Syiarul Islam sebagai masjid kabupaten, sangat memprihatinkan. Selama empat bulan, honor petugas kebersihan masjid tidak pernah dibayar lagi, entah apa alasannya,” ujar Ketua DPRD Kuningan, H. Acep Purnama dalam surat keputusannya yang diterima Neraca di Kuningan.

Tidak hanya honor petugas kebersihan saja yang tidak dibayar, demikian pula untuk petugas kebersihan toilet, pemeliharaan lampu pun nyaris tidak tertangani. Padahal Ketua Umum DKM Syiarul Islam statusnya adalah Kabag Kesra Setda, berarti orang birokrat yang dekat dengan eksekutif. “Dari pengakuan, Ketua Harian, katanya sudah berupaya bolak-balik mengajukan anggaran ke Setda, namun juga berhasil,” jelas dia..

Atas kondisi yang memprihatinkan itu, DPRD Kuningan berharap Pemkab Kuningan serius menanggapi hal ini. Usulan Program Pengelolaan Masjid Agung Syiarul Islam sebesar Rp 150 juta supaya bisa diprioritaskan. Karena Masjid terbesar di Kuningan itu butuh perhatian, termasuk penjaga kebersihan.

Related posts