Telkom Siap Jadi King of Digital 2015

NERACA

Jakarta - Di tengah ketatnya persiangan industri di dalam negeri, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) terus konsisten tumbuh di atas rata-rata industri di negeri ini. Sepanjang tahun 2014, menurut data keuangannya, Telkom meraih pendapatan usaha Rp 89,7 triliun, atau meningkat 8,1% dibandingkan setahun sebelumnya Rp 82 triliun.

Sementara pendapatan anak usaha Telkom, Telkomsel, bahkan tumbuh dua digit hingga mencapai 10,4%. Karena itu keuntungan sebelum pajak (EBITDA) tumbuh 9,7% menjadi Rp 45,8 triliun dan laba bersih naik 3% menjadi Rp 14,6 triliun,”Telkomsel perlihatkan kinerja yang cemerlang sepanjang tahun lalu dengan pertumbuhan usaha, EBITDA dan laba bersih sebesar 10,4%, 10% dan 11,9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Ini membuat pertumbuhan triple-double-digit selama tiga tahun berturut-turut," ujar Alex J Sinaga, Dirut Telkom, saat pertemuan dengan sejumlah Pemred media cetak di Jakarta, Rabu (18/3).

Laporan tahunan BUMN itu mengungkapkan, pendapatan usaha Telkom didominasi oleh pendapatan data, internet dan layanan IT dengan kontribusi sebesar 42% terhadap total pendapatan perusahaan. Layanan voice cellular berkontribusi sebesar 38,2%, kemudian diikuti pendapatan voice jaringan tetap dengan kontribusi 9,9%. Kontribusi lainnya sebesar 9,8% berasal dari interkoneksi, jaringan dan lain-lain.

Dari sisi operasional, jumlah pengguna broadband mengalami peningkatan 12,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 71,3 juta pelanggan. Pengguna layanan fixed broadband juga meningkat 12,8% menjadi 3,4 juta pelanggan. Sedangkan jumlah pelanggan Telkomsel sebesar 9,1 juta, sehingga total pelanggan Telkomsel per akhir 2014 menjadi 140,6 juta pelanggan.

Asal tahu saja, pasokan pendapatan Telkomsel berasal dari produk prabayar senilai Rp55,69 triliun atau sekitar 84,1 persen dari total pendapatan 2014. Pelanggan prabayar sepanjang 2014 sebanyak 137,734 juta dengan Average Revenue Per User (ARPU) Rp36.000. Sementara pasokan pendapatan lain berasal dari layanan pascabayar sebesar Rp5,15 triliun dengan basis pelanggan 2,851 juta di ARPU Rp172.000.

Sedangkan kontribusi bisnis digital broadband diperkirakan mencapai sekitar 23,6 persen ke total omzet pada 2014. Semua produk Telkomsel didukung infrastruktur yang dimiliki sebesar 85,420 ribu BTS hingga akhir 2014.

Sepanjang 2014 Telkomsel mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp14,5 triliun atau sekitar 60 persen dari total belanja modal Telkom Grup Rp24,6 triliun. Sebelumnya, Telkom Group dalam laporan keuangannya mengumumkan mencatat pendapatan sebesar Rp89,696 triliun sepanjang 2014 atau naik 8,11 persen dibandingkan 2013 sebesar Rp82,967 triliun.

Keuntungan yang dimiliki Telkom di 2014 yakni sebesar Rp14,638 triliun atau naik 3,05 persen dibandingkan 2013 sebesar Rp14,205 triliun. Sementara itu, Analis Bahana Sekuritas Leonardo Henry Gavaza mengatakan kekuatan Telkom Grup terletak pada keberanian memperbaiki struktur tarif, dan menjaga agresifitas pembangunan jaringan Telkomsel,”Komersialisasi 4G yang dilakukan Telkomsel bisa menjadi salah satu katalis nantinya untuk bisnis data di masa depan," kata Leonardo. (fb)

Related posts