Dharma Satya Siapkan Capex Rp 1 Triliun

NERACA

Jakarta – Masih melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, memaksa PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) perusahaan perkebunan sawit menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini membengkak. Tercatat, perseroan menganggarkan belanja modal sekitar US$ 70-80 juta. Jika mengacu rupiah di level Rp 13.000 per dolar AS, maka nilai belanja modal yang harus disiapkan perseroan sekitar Rp 910 miliar hingga Rp 1,04 Triliun,”Untuk tahun ini, kami rencanakan belanja modal sekitar US$ 70-80 juta. Ini lebih besar dibandingkan realisasi belanja modal perseroan tahun lalu yang sekitar Rp 816 miliar," ujar Direktur Utama Dharma Satya Nusantara, Djojo Boentoro di Jakarta, Rabu (18/5).

Dia menjelaskan, belanja modal tahun ini akan dialokasikan untuk penambahan tanaman baru, PKS, dan untuk infrastruktur penunjang. Dimana porsinya hampir sama dengan tahun lalu, sumber capex berasal dari hasil kombinasi antara kas internal perusahaan dan pinjaman perbankan. Untuk diketahui, tahun lalu DSN berhasil mempertahankan kinerja operasionalnya.

Dimana terjadi peningkatan produksi Tandan Buah Segar (TBS) menjadi 1,38 juta ton atau naik sebesar 10,9% jika dibandingkan produksi TBS pada tahun 2013 yang sebesar 1,24 juta ton. Dari jumlah tersebut, produksi TBS kebun inti perusahaan pada tahun 2014 mencapai 1,26 juta ton, naik 9,1% dibanding tahun sebelumnya.

Kemudian hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp105,98 miliar atau Rp50/saham pada tahun ini kepada pemegang saham. Kata

Djojo Boentoro, dividen tersebut setara 16,31% dari laba bersih perseroan pada tahun lalu sebesar Rp649,79 miliar,”Sebesar Rp20 miliar atau 3,08% digunakan untuk dana cadangan, sisanya dibukukan sebagai laba ditahan,"’ujarnya.

Penggunaan laba bersih tersebut telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), yang dilanjutkan dengan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Dalam RUPSLB, para pemegang saham memberikan persetujuan atas rencana untuk melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) sebanyak-banyaknya 168 juta lembar saham dalam simpanan (portepel) dengan nilai nominal Rp100.

Nilai ini sebanyak-banyaknya 7,93% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan dalam rangka pemenuhan pengembangan kegiatan usaha atau pelunasan atas kewajiban-kewajiban DSNG. Tahun lalu, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp649,8 miliar atau mengalami kenaikan sekitar 201,3% dibandingkan tahun sebelumnya Rp215,7 miliar.

Kenaikan laba bersih tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan bersih DSNG, khususnya yang berasal dari industri kelapa sawit. Selama 12 bulan tahun lalu, perseroan berhasil meraih pendapatan bersih sebesar Rp4,9 triliun atau naik 27,5% dibandingkan 2013.

Produksi TBS perseroan pada tahun lalu sebanyak 1,38 juta ton atau naik sebesar 10,9% dibandingkan produksi 2013 sekitar 1,24 juta ton. Dari jumlah tersebut, produksi TBS kebun inti pada 2014 mencapai 1,26 juta ton atau naik 9,1% dibandingkan tahun sebelumnya. (bani)

Related posts