Jaya Ancol Investasikan Dana Rp 25 Triliun - Garap Proyek Properti High Class

NERACA

Jakarta – Kendatipun kisruh Gubernur DKI Jakarta dengan DPRD DKI Jakarta belum reda, tidak membuat surut ambisi PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) untuk terus ekspansi. Bahkan perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini akan menggelontorkan dana sekitar Rp25 triliun untuk mengembangkan beberapa proyek.

Direktur Properti Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Haryo Yuniarto menuturkan, proyek tersebut pantai baru, Dufan Ocean, Ancol Walk, Pengembangan Mall baru dan Reklamasi pantai,”Kami akan menggandeng beberapa pengembang yang konsen terhadap properti," ujar Haryo di Jakarta, Selasa (17/03).

Nantinya, dalam proyek tersebut, perseroan akan membidik kelas atas untuk pemasaran properti di Ancol. Disebutkan, harga untuk condominium di tawarkan di kisaran Rp 1 miliar hingga Rp 5 miliar dan kelas podium penthouse sebesar Rp 10 miliar.

Kata Haryo, proyek properti berdiri di atas lahan 4 hektar yang terdiri dari 2,5 ha landeed house dan 1,5 ha tower bloc condominium premium. Untuk Condominium Jaya Ancol Seafront, terdiri dari dua tower dengan 1000 unit dan penthouse podium ekslusif ada 26 unit,”Kami semakin optimistis pemasaran properti tersebut lantaran akan adanya pembangunan Giant Sea Wall, sebab kami akan membangun dermaga kapal sebagai pusat transportasi menuju pulau-pulau yang dalam tahap reklamasi. Pulau besar yang sedang direklamasi tersebut akan jadi taman rekreasi bernama Ancol Ocean Fantasy yang dibuka 2018,"ungkapnya.

Sementara GM Properti Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Sandy Rudiana menambahkan, di antara proyek tersebut ada seluas lahan 20 ha untuk apartemen, hotel dan humnian. "Pada 2016 adalah akan membangun hunian terlebih dahulu. Kedua akan ada pembangunan Dufan Ocean di lahan 35 ha, setengahnya dibangun hotel. Rencannya Dufan itu di atas laut," jelas dia.

Dia melanjutkan, pada kemulusan proyek, akan membangun infrastruktur menuju proyek-proyek tersebut. Disebutkan, nantinya akan ada akses jalan tol untuk kemudahan akses. Tahun ini, Ancol menyiapkan dana sebesar Rp 1,2 triliun untuk belanja modal (capital expenditure/capex). Dana senilai Rp 800 miliar akan dimanfaatkan untuk membiayai unit usaha rekreasi dan sisanya Rp 400 miliar untuk bisnis properti.

Kemudian untuk pendapatan, perseroan menargetkan sebesar Rp 1,4 triliun atau naik 7,7% dari target pendapatan tahun lalu sebesar Rp 1,3 triliun. Sementara laba setelah pajak (Earning After Tax/EAT) tahun ini ditargetkan mencapai Rp 290 miliar.

Asal tahu saja, dampak kisruh perseteruan Gubernur DKI Jakarta dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mengancam gagalnya aksi korporasi perseroan untuk menggelar rights issue atau penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue tahun ini, jika Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta gagal disahkan.

Sekretaris Perusahaan Pembangunan Jaya Ancol, Farida Kusuma Rochani mengatakan, apabila APBD gagal disahkan, alokasi penambahan modal daerah (PMD) pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kepada Jaya Ancol dipastikan tidak ada. “Namun kami masih memiliki kesempatan untuk mengajukan alokasi dana PMD pada APBD perubahan pada pertengahan tahun,” tuturnya. (bani)

Related posts