Reliance Penjamin Emisi Perusahaan Media - Muluskan Rencana IPO

NERACA

Jakarta – Mulai maraknya calon emiten yang bakal menggelar penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) pada kuartal kedua tahun ini, menjadi angin segar bagi pelaku bisnis penjaminan emisi untuk mendapatkan klien baru. Salah satunya, PT Reliance Securities Tbk (RELI) yang mengaku akan menangani pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO) salah satu perusahaan yang bergerak di sektor media.

Managing Director PT Reliance Capital Management, Jurgan Usman mengungkapkan, pihaknya akan menjadi penjamin emisi perusahaan di bidang media untuk go public tahun ini, “Kami akan menjadi penjamin pelaksana emisi atau underwriter, namun belum bisa dipublikasikan nama perusahaannya. Diharapkan kondisi pasar modal kondusif sehingga pelaksanaan IPO perusahaan itu bisa terealisasi," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Untuk tahun ini, dia mengaku bahwa pihaknya akan memperbesar porsi bisnis investment banking untuk penjaminan emisi menyusul ekspektasi ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun 2014 sehingga akan berdampak positif terhadap industri pasar modal dan mendorong perusahaan melakukan IPO untuk meraih dana ekspansi,”Skenario terbaik bagi ekonomi Indonesia pada tahun ini bisa mencapai 6,5%, lebih tinggi dibandingkan asumsi makro dalam APBNP 2015 sekitar 5,7%," katanya.

Jurgan optimistis, ekspektasi positif pada perekonomian Indonesia itu akan diikuti oleh laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diperkirakan bisa mencapai ke level 5.800 poin pada tahun ini.

Sementara Presiden Direktur Reliance Securities, Nicky Hogan menambahkan, meningkatnya IHSG BEI akan mendorong pertumbuhan bisnis di sektor "brokerage" atau perdagangan efek pada tahun 2015 ini,”Pada tahun ini, kami menargetkan rata-rata transaksi harian senilai Rp150 miliar per hari, meningkat dibandingkan tahun 2014 lalu sekitar Rp110 miliar," tuturnya.

Menurutnya, target transaksi harian tersebut diyakini tercapai seiring dengan diluncurkannya aplikasi "online trading" terbaru, yakni "Reli Trade Next Generation". Sistem itu merupakan penyempurnaan sistem sebelumnya,”Pembaruan sistem itu memberikan fasilitas-fasilitas dan fitur-fitur yang memudahkan nasabah bertransaksi, memantau serta menjaga rekening nasabah dari fluktuasi bursa saham," ungkapnya.

Dia mengungkapkan, saat ini jumlah nasabah perseroan lebih dari 10.000. Pada tahun ini Reliance Securities menargetkan penambahan jumlah nasabah tumbuh sebesar 25%,”Penambahan jumlah nasabah akan didukung dari 37 kantor cabang yang tersebar di 20 kota besar di Indonesia. Rencananya, tahun ini Reliance Securities akan menambah dua kantor cabang baru," katanya.

Sebagai informasi, belum lama ini, Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Hoesen pernah bilang, ada dua calon emiten yang menyatakan minat go public. Diantaranya, anak usaha Grup Lippo, PT Indonesia Media Televisi yang mengopersaikan Big TV dan anak usaha Sinarmas Land Ltd yang bergerak di bisnis kawasan industri, PT Puradelta Lestari.

Disebutkan, Indonesia Media Televisi memiliki nilai ekuitas sebesar Rp500 miliar dan akan melepas sekitar 15% dari modal disetor. Nantinya hasil dana IPO itu akan digunakan untuk modal kerja dan ekspansi dan salah satunya dengan membuka kantor di beberapa kota yang tersebar di Indonesia. (bani)

Related posts