Pertunjukan Unik di Bidang Sains - L’Oréal-UNESCO For Women in Science Edisi 17

Perempuan dapat berkontribusi dengan baik untuk kemajuan ilmiah di dalam bidang yang sebagian besar masih didominasi oleh pria

NERACA

Memasuki milenium ke 3, banyak kemajuan yang akan tetap dilakukan untuk mencapai kesetaraan gender dalam bidang sains. Saat ini hanya 30% dari peneliti dunia merupakan perempuan dimana dalam menjalankan dan mengejar karir dalam bidang sains mereka menemukan beberapa hambatan dan rintangan.

Didedikasikan untuk menghormati perempuan peneliti terbaik serta memberikan dukungan kepada para peneliti muda, L’Oréal Foundation bersama dengan UNESCO mempersembahkan, pada 18 Maret mendatang, penghargaan L’Oréal-UNESCO For Women in Science kepada 5 perempuan peneliti luar biasa dan 15 dana penelitian para peneliti muda terbaik.

Sejak tahun 1998, program For Women in Science menobatkan 2,250 perempuan yang sangat berbakat di lebih dari 110 negara. Di Indonesia, program ini telah diselenggarakan sejak 2004. Hingga saat ini, terdapat 37 penerima beasiswa (pemenang L’Oréal FWIS Nasional), terdiri dari 26 orang penerima beasiswa untuk kategori Life Sciences dan 11 penerima beasiswa untuk kategori Material Sciences. 5 orang dari penerima beasiswa tingkat nasional tersebut juga telah diakui di tingkat FWIS internasional.

Edisi ke-17 dari penghargaan L’Oréal-UNESCO ini akan dilaksanakan tanggal 18 Maret malam bertempat di Sorbonne, Paris. Mulai dari 3 Maret lalu, satu juta penumpang melalui terminal bandara Charles de Gaulle and Orly akan menemukan pameran unik dari 5 pemenang oleh fotografer terkenal dunia, Brigitte Lacombe.

Dengan berkeliling dunia untuk menemui setiap perempuan tersebut, Brigette Lacombe telah menciptakan seri foto yang mengabadikan semangat dan minat mereka yang menginspirasi. “Aéroports de Paris telah menjadi bagian dalam mendukung Women in Science sejak tahun 2005. Setiap tahunnya, kami selalu mendukung acara ini dengan menampilkan visibilitas yang luar biasa guna meningkatkan kesadaran masyarakat,” ucap Benjamin Perret, Aéroports de Paris communications director.

Merubah Dunia

Tahun ini kelima laureates dari L’Oréal-UNESCO For Women in Science mendapatkan penghargaan atas penemuan luar biasa mereka di dalam bidang ilmu fisika. Dengan mempelajari hal terbesar hingga hal terkecil, mereka telah mendorong batas-batas ilmu pengetahuan untuk menjawab sebagian besar pertanyaan-pertanyaan mendasar mengenai alam semesta serta berkontribusi untuk memecahkan beberapa tantangan terbesar dalam dunia saat ini.

Afrika dan Arab : Prof. Prof. Rajaâ Cherkaoui El Moursli – High Energy Physics and Nuclear Physics Professor, Mohammed V- Agdal University, Rabat, Morocco

Prof. Rajaâ Cherkaoui El Moursli mendapatkan penghargaan atas kontribusinya untuk salah satu penemuan terbesar dalam bidang fisika: Hal ini membuktikan keberadaan dari Higgs Boson, sebuah partikel yang berperan untuk menciptakan massa di alam semesta. Terkenal dengan nama “research activist” beliau mendedikasikan sebagian besar dari waktunya untuk menaikkan tingkatan dari penelitian ilmiah di negaranya dan Ia telah membantu memperbaiki kesehatan di Marocco dengan menciptakan gelar magister pertama dalam fisika medis.

Asia / Pacific: Prof. Yi Xie – Inorganic Chemistry Professor, University of Science & Technology of China, Hefei, Tiongkok

Prof. Yi Xie mendapatkan penghargaan atas kontribusi beliau, dalam menciptakan material berukuran nano yang memiliki aplikasi menjanjikan dengan adanya konversi panas atau sinar matahari menjadi tenaga listrik. Hasil pekerjaan beliau akan berkontribusi besar dalam mengurangi polusi serta meningkatkan penggunaan energi yang efisien, yang tentunya akan membuka prospek yang menjanjikan di masa mendatang. Berkomitmen untuk memelihara planet kita, beliau telah mendedikasikan hidupnya untuk mencari solusi yang cerdas dan baru untuk mengatasi tantangan lingkungan hidup.

Eropa: Prof. Dame Carol Robinson - Physical Chemistry - Mass Spectrometry Professor, University of Oxford, United Kingdom

Prof. Dame Carole Robinson mendapatkan penghargaan atas ciptaan metode revolusional dalam mempelajari bagaimana fungsi protein, khususnya membran protein, serta mendirikan sebuah lapangan sains yang baru: tahapan gas biologi struktural. Sebagai pelopor, kerja beliau mendapatkan dampak yang signifikan dalam penelitian medis.

Amerika Latin: Prof. Thaisa Storchi Bergmann – Physics and Astronomy Professor, Federal University of Rio Grande Do Sul, Porto Alegre Brasil

Prof. Thaisa Strochi Bergmann mendapatkan penghargaan atas pekerjaan beliau dalam memimpin pemahaman akan lobang hitam, satu dari sebagian besar fenomena alam semesta yang misterius dan kompleks: beliau adalah ilmuwan pertama untuk mengungkap hal-hal yang dapat luput dari lobang hitam. Penuh semanagat dan bertekad, beliau yakin bahwa pendidikan untuk semua adalah kunci untuk dunia yang lebih baik dan, melalui pekerjaan beliau, beliau berharap dapat berkontribusi untuk mempromosikan sains sebagai perjalanan karir yang gemilang dan menyenangkan.

Amerika Utara: Prof. Molly S. Shoichet – Polymer Chemistry Professor of chemical engineering and applied chemistry, chemistry and biomaterials & biomedical engineering, University of Toronto, Canada

Prof. Molly S. Shoichet mendapatkan penghargaan atas pengembangkan material baru untuk meregenerasi kerusakan jaringan saraf dan untuk metode baru yang dapat mengantarkan obat langsung ke saraf tulang belakang dan otak. Karya beliau telah menempatkan kimia pada pelayanan obat dengan cara baru yang spektakuler.

Related posts