Matahari Bukukan Penjualan Rp 13, 59 Triliun

NERACA

Jakarta – Perusahaan ritel, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mencatatkan penjualan bersih sepanjang 2014 sebesar Rp13,59 triliun atau naik 14,1% dibanding tahun sebelumnya. Sementara laba bersih berhasil tumbuh sekitar 15,9% menjadi Rp554 miliar dibandingkan tahun sebelumnya Rp444,9 miliar.

CEO MPPA Noel Trinder dalam siaran persnya di Jakata, Kamis (5/3) mengatakan, tahun 2014 terbukti menjadi tahun yang sukses bagi perseroan karena terus mengeksekusi pertumbuhannya di gerai-gerai baru,”Secara performa, tidak termasuk one time gains, laba bersih MPPA naik 58,2% menjadi Rp625,9 miliar dari Rp395,6 miliar,”ujar Noel.

Hasil ini diperoleh dengan menancapkan same store sales growth (SSSG) sebesar 5,4% di tahun 2014 meskipun adanya perlambatan pada semester II, yang disebabkan oleh lingkungan makro ekonomi. Dengan bergabungnya kembali Noel Trinder ke dalam perseroan pada April sebagai CEO, perseroan telah memperlihatkan fokus yang luar biasa pada bisnis intinya, yang mengakibatkan ekspansi margin dan peningkatan level produktivitas gerai yang berdampak positif pada keberhasilan tahun lalu,”Peran saya sebagai CEO jelas bahwa MPPA sudah siap untuk strategi pertumbuhan yang baru setelah pertumbuhan berkelanjutan selama 10 tahun," jelas dia.

Dia menuturkan, dalam satu dekade terakhir telah menciptakan bisnis dengan penjualan dan pertumbuhan laba yang berkelanjutan melalui ekspansi gerai baru, namun landasan untuk ekspansi masa depan bergantung pada organisasi dan regenerasi. Sepanjang tahun 2014, perseroan telah berhasil membuka 42 toko baru dan mengoperasikan 267 toko multiformat di wilayah Indonesia.

Saat ini, perseroan telah mengoperasikan sekitar 267 gerai, di antaranya 107 Hypermart, 58 Foodmart, dan 102 Bonston Health dan Beauty di 67 kota di seluruh Indonesia,”Kami melanjutkan ekspansi yang agresif dan membuka total 42 gerai pada tahun 2014, di antaranya 8 Hypermart, 28 Foodmart, dan 6 Boston Health and Beauty," ucap dia.

Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 800 miliar untuk mengembangkan bisnis lebih agresif lagi dan termasuk menambah jaringan baru. Danny Kojongian, Direktur dan Sekretaris Perusahaan MPPA pernah mengatakan, dana belanja modal Rp 800 miliar akan digunakan untuk pembangunan baru sejumlah gerai ritelnya. Saat ini, perseroan masih tahap melakukan finalisasi anggaran.

Namun, secara rutin, perseroan biasanya menganggarkan belanja modal tahunan sekitar 4%-5% dari total pendapatan tahun ini. Adapun, manajemen menargetkan penjualan 2015 sekitar Rp 16 triliun, atau naik 15% dari tahun lalu. Maka, belanja modal MPPA tahun ini ada di kisaran Rp 640 miliar hingga Rp 800 miliar,”Kami akan penuhi belanja modal dari kas internal,”katanya.

Dana tersebut utamanya akan digunakan untuk pembangunan gerai baru dan renovasi sejumlah gerai yang sudah ada. Sepanjang 2015, anak usaha Grup Lippo ini berencana membangun 13 gerai Hypermart baru. Selain itu, perseroan juga akan mendirikan sekitar lima gerai Foodmart di Jabodetabek. Dana itu, kata Danny, juga akan digunakan untuk merenovasi 10 gerai yang sudah ada. (bani)

BERITA TERKAIT

Sido Muncul Menaruh Asa Penjualan Tumbuh 10% - Perluas Pasar dan Produk Baru

NERACA Surabaya – Masih terjaganya daya beli masyarakat menjadi keyakinan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) bila…

Kemensos Pede Kenaikan PKH Rp32 Triliun Disetujui DPR

    NERACA Jakarta – Kementerian Sosial optimistis kenaikan anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) hingga dua kali lipat mencapai Rp32…

Rp7,1 Triliun Dana Asing Masuk Ke Pasar Keuangan

  NERACA Jakarta - Modal asing yang masuk ke pasar keuangan terutama melalui Surat Berharga Negara mencapai Rp7,1 triliun dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

WTON dan WEGE Raih Kontrak Rp 20,22 Triliun

NERACA Jakarta – Di paruh pertama 2018, dua anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatatkan total kontrak yang akan…

Gelar Private Placement - CSAP Bidik Dana Segar Rp 324,24 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnis, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) berencana melakukan penambahan modal tanpa…

Luncurkan Dua Produk Dinfra - Ayers Asia AM Bidik Dana Kelola Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta –  Targetkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) hingga akhir tahun sebesar Rp 350 miliar hingga Rp…