Laba Bank BRI Agro Tumbuh 18,23%

NERACA

Jakarta – Sepanjang tahun 2014, PT Bank Rakyat Indonesia Agro Niaga Tbk (BRI Agro) berhasil mencatat pertumbuhan laba 18,23% menjadi Rp62,00 miliar dari sebelumnya Rp52,44 miliar di 2013. Laba yang diraih seiring dengan adanya peningkatan pada pendapatan bunga bersih di tahun 2014 lalu sebesar 15,12% menjadi Rp259,19 miliar dari sebelumnya Rp225,14 miliar.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin disebutkan, meningkatnya pendapatan bunga bersih ditopang oleh kredit yang telah disalurkan sepanjang tahun 2014 lalu yang mencapai Rp4,69 triliun atau meningkat dibanding realisasi kredit yang disalurkan pada tahun 2013 sebesar Rp3,69 triliun.

Meningkatnya kredit yang disalurkan pada tahun 2014 juga ikut membuat rasio kredit bermasalah (NPL) perseroan naik dibanding tahun sebelumnya, yakni menjadi 1,32% dari sebelumnya 0,95%. Dari sisi perolehan dana pihak ketiga (DPK), BRI Agro berhasil menghimpun dana sebesar Rp5,21 triliun sepanjang tahun 2014, atau meningkat 26,36% dibanding raihan DPK sepanjang tahun 2013 yang mencapai Rp4,12 triliun.

Simpanan berjangka yang tercatat sebesar Rp4,54 triliun menjadi penyumbang DPK terbesar perseroan sepanjang tahun 2014, yang kemudian diikuti oleh simpanan giro sebesar Rp354,98 miliar dan simpanan tabungan sebesar Rp308,80 miliar. Untuk total aset sampai dengan akhir tahun buku 2014 tercatat tumbuh sebesar 24,61% dari total aset di akhir tahun buku 2013, yakni menjadi Rp6,38 triliun dari sebelumnya Rp5,12 triliun di 2013.

Guna mengejar target pertumbuhan lebih agresif lagi, BRI Agro Niaga yang merupakan anak usaha dari Bank BRI meresmikan kantor cabang baru di Kota Solo. Kantor cabang tersebut merupakan cabang ke-15 yang dimiliki. Hingga saat ini Bank Agro memiliki sebanyak kantor yang tersebar di seluruh Indonesia dan meliputi kantor pusat, 15 kantor cabang, 16 kantor cabang pembantu dan tiga kantor kas. Dimana semuanya berada dekat dengan sentra agro bisnis.

Asal tahu saja, BRI Agro 60% memang fokus di sektor agrobisnis. Baik pembiayaan serta design produk yang related dengan produk agrobisnis. Di tahun 2015 ini, perseroan berencana menambah modal inti Rp 1 triliun sampai dengan kurang dari Rp5 triliun untuk dapat masuk kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) II. Hingga September 2014, BRI Agro Niaga telah memiliki modal inti sebesar Rp868,13 triliun. Dengan demikian, tinggal selangkah lagi perseroan masuk Bank kategori BUKU II,”Kurang sekitar Rp150 miliar untuk memasuki BUKU II. Kami targetkan pada tahun 2015, BRI Agroniaga akan segera masuk BUKU II," kata Direktur Utama AGRO Heru Sukanto.

Heru mengungkapkan, dalam menggapai cita-cita perseroan untuk dapat masuk Bank kategori BUKU II sehingga dapat memperluas ekspansinya, pihaknya akan melakukan diskusi dengan induk usaha perseroan yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI),”Kami akan berdiskusi dengan induk usaha perseroan (Bank BRI), apakah induk kami dapat menggelontorkan dana guna menambah modal inti BRI Agroniaga," katanya.

Selain meminta penambahan modal dari induk, menurut Heru, perseroan juga berencana untuk menjalankan rights issue. Sehingga modal perseroan bisa mencapai Rp1 triliun,”Tambah modal selain dari induk, kami juga mengkaji untuk mencari dana di pasar modal melalui rights issue," kata Heru (bani)

Related posts