Pertarungan Kursi Ketua Umum HIPMI

Neraca.Sebanyak empat calon ketua umum (caketum) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menyampaikan visi dan misi di Hotel Dharmawangsa, Jakarta yang dihadiri oleh pentolan HIPMI.

Para calon itu antara lain Erick Hidayat putra Menperin MS Hidayat, Harry Warganegara Presiden Direktur BUMD Sulawesi Barat, Raja Sapta Oktohari promotor Mahkota dan Priamanaya Djan pengelola Pasar Tanah Abang.

Empat calon itu memperebutkan kepengurusan Ketum HIPMI periode 2011-2014. Mereka akan benar-benar bertarung pada Munas HIPMI 17-18 Oktober 2011 di Makassar, Sulawesi Selatan. Masalah Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sebagai isu yang disampaikan oleh calon Ketum HIPMI

"Banyak program pemerintah terkait UKM yang bagus, tapi implementasinya masih jauh dari harapan. Ini akan jadi fokus saya bila terpilih nantinya,” kata Harry Warganegara.

Harry menambahkan, UKM harus menjadi basis ekonomi nasional. Dalam dua kali krisis global yakni 1998 dan 2008, tutur dia, UKM terbukti mampu menyelamatkan ekonomi Indonesia. "Sekarang, ada ancaman krisis global lagi, UKM harus diperkuat lagi," katanya.

Sementara itu, Erick Hdiayat berjanji, mengoptimalkan pemberdayaan UKM dengan mendorong ekspansi Kredit Usaha Rakyat (KUR), akses sumber daya manusia (SDM), insentif fiskal, infrastruktur, dan pendampingan. "Saya prihatin pamor KUR merosot. Ini harus digenjot lagi. Kalau terpilih, ini yang akan saya dorong, termasuk soal daya saing UKM. Contoh senderhana, kalau bunga bank rendah, produk Tiongkok bisa kita lawan," katanya.

Sang Promotor, Raja Sapta Oktohari mengatakan, pihaknya akan mendorong penciptaan kewirausahaan di berbagai daerah melalui dunia pendidikan, yakni perguruan tinggi. "Program yang telah dilakukan oleh Hipmi akan dilanjutkan. Terutama, program unggulan Hipmi Perguruan Tinggi yang merupakan kegiatan tanggung jawab Hipmi untuk menumbuhkan gerakan kewirausahaan sejak mahasiswa dan menjadi pengusaha pemula," katanya. Ia berjanji, meningkatkan pelatihan yang bersifat menambah pengetahuan dalam berusaha. "Termasuk, asistensi dari pengusaha Hipmi yang lebih besar kepada pengusaha baru," lanjutnya.

Sedangkan bos pengelola Tanah Abang Priamanaya Djan berjanji, membangun lokasi-lokasi pasar grosir baru di berbagai daerah dengan menggandeng seluruh anggota HIPMI daerah yang tersebar di 33 provinsi.

"Melalui Pusat Grosir Tanah Abang, kami akan menyediakan lahan secara cuma-cuma selama satu tahun sebagai tempat pembinaan, dengan pola inkubator. Pemberdayaan UKM menjadi penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia. Akan tercipta pusat grosir baru di hub-hub, seperti Makasar, Surabaya, dan Sumatera. Pengusaha UKM lokal perlu diberdayakan untuk menghadapi raksasa-raksasa ritel dunia yang mendominasi pasar ritel nasional," katanya.

Related posts