Indomobil Telan Pil Pahit Lesunya Pasar Otomotif - Bukukan Rugi Rp 147,49 Miliar

NERACA

Jakarta – Lesunya pertumbuhan industri otomotif tahun lalu memberikan dampak terhadap kinerja keuangan perusahaan otomotif dan turunannya. Disamping itu, ketatnya persaingan industri otomotif juga menjadi alasan beberapa perusahaan agen tunggal pemegang merek (ATPM) sulit memenuhi target. Kondisi inilah yang menjadi gambaran kinerja keuangan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) yang membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp 147,49 miliar pada 2014. Padahal perseroan masih mencatatkan untung sekitar Rp 532,46 miliar pada 2013.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, pendapatan turun tipis 3,16% menjadi Rp 19,45 triliun pada 2014 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 20,09 triliun. Beban pokok pendapatan turun menjadi Rp 16,82 triliun pada 2014 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 17,8 triliun.

Sementara itu, laba kotor naik 5,85% dari Rp 2,49 triliun pada 2013 menjadi Rp 2,63 triliun pada 2014. Di pos beban, perseroan mencatatkan kenaikan antara lain beban umum dan admistrasi naik menjadi Rp 1,07 triliun pada 2014 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 978,44 miliar. Beban penjualan naik menjadi Rp 1,33 triliun pada 2014 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,14 triliun. Laba usaha naik 6,17% menjadi Rp 1 triliun pada 2014 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 951 miliar.

Perseroan mencatatkan total liabilitas naik tipis 5,6% menjadi Rp 16,74 triliun pada 31 Desember 2014 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 15,65 triliun. Total aset naik 5,09 persen menjadi Rp 23,45 triliun pada 31 Desember 2014 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 22,31 triliun. Hingga akhir tahun, perseroan mengantongi kas sebesar Rp 1,13 triliun.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan, kondisi pasar mobil nasional tetap "puasa" tumbuh alias stagnan di tahun 2015, menyusul kondisi perekonomian yang belum stabil,”Kami memprediksi tahun ini kondisi pasar akan sama seperti tahun lalu. Berharap dengan pertumbuhan ekonomi pasar bisa kembali tumbuh setahun kemudian pada 2016,”kata Sudirman Maman Rusdi, Ketua Umum Gaikindo.

Sudirman menjelaskan, faktor pertama menyangkut pelemahan daya beli konsumen seiring kenaikan harga BBM bersubsidi. Sepanjang 2007 hingga 2013, pertumbuhan pasar mobil nasional Indonesia tumbuh 24,3%. Hasil itu diperoleh dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional 6%,”Tahun 2015, pemerintah memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional 5,8%, sedangkan Bank Dunia memperkirakan hanya 5,2%. Coba kita ambil tengahnya saja, 5,5% tumbuh tahun ini, tapi pengaruh ke pasar mobil baru akan terasa di 2016 nantinya," ungkapnya.

Menurutnya, jika estimasi pasar mobil nasional tahun depan 1,2 juta unit, maka Gaikindo optimistis pasar bisa mencapai setidaknya 1,3 juta unit pada 2016. (bani).

Related posts