Penguatan IHSG Makin Tidak Terbendung

NERACA

Jakarta –Lagi untuk kesekian kalinya, pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatat rekor baru ke posisi 5.417,31 poin seiring aliran masuk investasi asing ke pasar modal masih marak. Menutup perdagangan, Rabu (25/2), IHSG menanjak 27,794 poin (0,51%) ke level 5.445,108. Sementara Indeks LQ45 melaju 6,368 poin (0,67%) ke level 950,830.

Kata analis Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya, IHSG masih berada pada jalur tren penguatan jangka pendek dan proses pencetakan rekor baru IHSG terus berlanjut dimulai pada 18 Februari 2015 lalu hingga saat ini secara berturut-turut," Penguatan IHSG BEI itu seiring dengan aliran dana asing yang terus masuk ke pasar saham menyusul kesigapan pemerintah Indonesia dalam menata perekonomian di tengah perlambatan global,”ujarnya di Jakarta, Rabu (25/2).

Sementara itu, Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan bahwa menjelang testimoni Ketua Federal Reserve Janet Yellen pada pekan ini sebagian investor terlihat tetap waspada sehingga nilai beli bersih asing menurun dibandingkan awal pekan (Senin, 23/2) yang sebesar Rp708,189 miliar,”Diharapkan the Fed memberikan indikasi waktu tentang kenaikan suku bunga AS," katanya.

Berikutnya, indeks BEI Kamis diproyeksikan masih akan melanjutkan penguatan. Namun tetap diwaspadai juga aksi ambil untung investor. Pada perdagangan kemarin, transaksi investor asing hingga sore tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 793,189 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 240.429 kali dengan volume 6,132 miliar lembar saham senilai Rp 7,095 triliun. Sebanyak 152 saham naik, 141 turun, dan 91 saham stagnan. Volume dan nilai transaksi naik signifikan berkat transaksi saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) senilai Rp 1,7 triliun di pasar negosiasi.

Dursa-bursa regional menutup perdagangan sore dengan mixed. Bursa saham Jepang dan China jatuh ke zona merah. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah First Media (KBLV) naik Rp 485 ke Rp 2.685, Lionmesh (LMSH) naik Rp 425 ke Rp 8.925, United Tractor (UNTR) naik Rp 400 ke Rp 20.100, dan Link Net (LINK) naik Rp 350 ke Rp 5.475.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Tigaraksa (TGKA) turun Rp 500 ke Rp 2.000, Solusi Tunas (SUPR) turun Rp 450 ke Rp 8.400, Matahari (LPPF) turun Rp 350 ke Rp 17.000, dan Buana Finance (BBLD) turun Rp 215 ke Rp 765.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup menguat 12,18 poin atau 0,22% ke level 5.429,49. Kondisi yang sama juga terjadi pada bursa Asia yang ditutup positif. Indeks Hang Seng melonjak 106,34 poin atau 0,43% ke level 24.856,41; indeks Straits Times naik 10,95 poin atau 0,32% ke 3.448,56; Indeks Shanghai naik 0,09 poin atau 0,00% ke 3.247,00; dan indeks Nikkei 225 bertambah 4,79 poin atau 0,03% ke 18.608,27.

Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,32 triliun dengan 3,37 miliar saham diperdagangkan dan transaksi beli asing Rp241,88 miliar. Tercatat 159 saham naik, 111 saham melemah dan 101 saham stagnan.

Sektor saham siang mayoritas menguat. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah aneka industri yang naik 1,12%, diikuti perkebunan bertambah 0,78%. Sementara yang melemah adalah sektor tambang yang susut 0,03% dan infrastruktur yang turun 0,27%.

Adapun saham yang menguat, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp200 menjadi Rp54.450, PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp100 menjadi Rp8.100, dan PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) naik Rp50 menjadi Rp8.275. Sementara saham yang melemah, di antaranya PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun Rp100 menjadi Rp5.375, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) turun Rp75 menjadi Rp4.325, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp25 menjadi Rp6.950.

Diawal perdagangan, IHSG BEI dibuka naik 8,91 poin atau 0,16% menjadi 5.426,22, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 2,25 poin (0,24%) menjadi 946,71,”Faktor positif dari eksternal kembali menjadi katalis bagi IHSG untuk melanjutkan 'rally' kenaikannya pada perdagangan saham Rabu," kata Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah.

Dia mengemukakan bahwa testimoni Gubernur the Fed Janet Yellen mengindikasikan kenaikan suku bunga akan datang lebih lama dari ekspektasi menyusul belum adanya optimisme terhadap pemulihan ekonomi AS,”Di AS masih ada kecemasan mengenai pasar tenaga kerja, laju inflasi yang di bawah target, dan penurunan pada harga energi," paparnya.

Dari Eropa, lanjut dia, Yunani akhirnya menyerahkan daftar reformasi fiskal kepada para menteri keuangan negara-negara Eropa. Daftar reformasi fiskal merupakan bagian dari kesepakatan untuk memperpanjang bantuan keuangan bagi Yunani,”Menteri keuangan Eropa mengumumkan bahwa pihaknya telah menyetujui rencana reformasi Yunani, dan dengan karena itu juga menyepakati perpanjangan program 'bailout' selama empat bulan," katanya.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 12,44 poin (0,05%) ke 24.737,63, indeks Bursa Nikkei naik 20,40 poin (0,11%) ke 18.623,88, dan Straits Times menguat 7,46 poin (0,22%) ke posisi 3.445,40. (bani)

BERITA TERKAIT

Optimisme Ekonomi Positif Bawa IHSG Menguat

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis ditutup menguat seiring penilaian investor terhadap…

Aksi Beli Bawa IHSG Kembali di Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (16/1)kemarin, indeks harga saham gabungan ditutup naik tipis…

Lagi, Aperni Jual Kapal Tidak Produkif

Dinilai sudah tidak lagi produktif, PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) resmi mendivestasi aset perusahaan berupa kapal, yaitu kapal…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…