Astra Kejar Pertumbuhan di Bisnis Tol - Siapkan Capex Rp 1,6 Triliun

NERACA

Jakarta– Keseriusan Astra Internasional mengembangkan bisnis infrastruktur tidak main-main. Pasalnya, tahun ini perseroan melalui anak usahanya PT Astratel Nusantara, menyiapkan dana ekspansi tahun ini sebesar Rp 1,6 triliun atau meningkat 45% dibandingkan 2014. Dana tersebut dialokasikan untuk membiayai konstruksi jalan tol Mojokerto-Kertosono, pengembangan tol Tangerang-Merak, dan Pelabuhan Eastkal.

Direktur Astratel Arya N Soemali mengatakan, dana ekspansi tersebut di luar anggaran khusus akuisisi ataupun proyek baru. Astratel membiayai belanja modal (capital expenditure/capex) tersebut dari kas internal,”Dalam prosesnya, apabila kami berniat mengkuti tender proyek tol atau pelabuhan besar, kami akan minta kebijakan Astra sebagai induk usaha dalam hal pendanaan,” kata Arya di Jakarta, kemarin.

Sejak Oktober 2014, Astratel telah mengperasikan jalan tol Mojokerto-Kertosono seksi I sepanjang 14,41 kilometer (km). Ruas tol itu menghubungkan kecamatan Bandar Kedungmulyo hingga Tembelang Jombang. Arya mengatakan, perseroan menargetkan mampu mengoperasikan seksi II, III, dan IV ruas tol Mojokerto-Kertosono pada 2015.Total keseluruhan investasi ruas tol ini mencapai Rp 3,8 triliun.

Ruas tol ini merupakan bagian dari proyek nasioal jalan tol Trans-Jawa, yang menghubungkan Merak, Banteng, hingga Banyuwangi.“Saat ini, ruas tol seksi I baru mencatatkan trafik sekitar belasan ribu kendaraan per hari. Ketika sudah terkoneksi secara keseluruhan, kemungkinan trafiknya meningkat di atas 20.000 per hari,” jelas dia.

Sementara itu, untuk pengembangan aset ruas tol Jakarta-Merak, Astratel akan memulai penambahan jalur pada 2015. Sedangkan pada pelabuhan Penajam Banua Taka (Eastkal), Kalimantan Timur, perseroan berencana membangun ship repair facility.

Seperti diketahui, Astra International melalui Astratel mengakuisisi 100% saham PT Pelabuhan Penajam Penajam Banua Taka, pengelola Pelabuha Eastkal Supply Base di Penajam, Kalimantan Timur, pada 2013. Nilai akuisisi sekitar Rp 500-550 miliar.

Astratel mengambil alih saham Pelabuhan Eastkal dari Bahana TCW Investment Management, Bahana Securities, dan pengusaha lokal, melalui pengambilalihan Reksa Dana Penyertaan Terbatas Bahana Private Equity Pelabuhan (RDPT BPEP). Proyek Pelabuhan Eastkal dimulai sejak 2008.

Lebih lanjut, Astratel juga tengah mengupayakan pembebasan lahan ruas tol Kunciran-Serpong. Per Desember, total lahan yang sudah dibebaskan sekitar 23,45% dari total kebutuhan lahan. Pada ruas tol tersebut, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menggenggam kepemilikan mayoritas 60%, sedangkan Astratel 40%.“Panjang tol sekitar 11 km dan kemungkinan menelan investasi sekitar Rp 2,5-3 triliun. Pembebasan lahan memang menjadi tantangan tersendiri, padahal kami sudah memilki konsensi itu sejak 2008,” pungkas Arya.

Namun, kata dia, perseroan berharap dapat memulai konstruksi ruas Kunciran-Serpong pada tahun ini, dan diproyeksikan dua sampai tiga tahun mendatang ruas tersebut mampu beroperasi. Adapun, saat ini, Astratel telah melewati tahap prakualifikasi ruas tol di Jabodetabek, dan segera masuk dalam proses tender. (id/bani)

BERITA TERKAIT

Berkat Strategi Bisnis Tepat - ABM Investama Raup Laba US$ 65,49 Juta

NERACA Jakarta - PT ABM Investama Tbk (ABMM), perusahaan energi terintegrasi nasional membukukan laba bersih sebesar US$ 65,49 juta di…

Pemerintah Tetapkan Penjualan SBR006 Sebesar Rp2,2 Triliun

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menetapkan hasil penjualan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR006 sebesar Rp2,2 triliun yang…

UNTR Siapkan Belanja Modal US$ 800 Juta

Danai pengembangan bisnis guna memacu pertumbuhan kinerja keuangan di tahun ini, PT United Tractors Tbk (UNTR) telah mengalokasikan belanja modal…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Realisasi Kontrak Baru ADHI Capai 8,57%

NERACA Jakarta – Per Maret 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) merealisasikan kontrak baru senilai Rp3 triliun atau 8,57%…

Laba Bersih Sari Roti Tumbuh 123,23%

Di kuartal pertama tahun ini, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 64,85 miliar atau…

Multi Bintang Bagi Dividen Rp 1,23 Triliun

NERACA Jakarta – Meski perolehan laba sepanjang tahun 2018 kemarin tertekan, emiten minuman beralkohol PT Multi Bintang Indonesia Tbk tetap…