Pertumbuhan Penjualan Arwana Kerek Laba Bersih - Bukukan Laba Rp 259,30 Miliar

NERACA

Jakarta – Produsen keramik, PT Arwana Citra Mulia Tbk (ARNA) membukukan laba bersih sebesar Rp259,30 miliar pada tahun lalu, meningkat 10,27% dibanding 2013 sebesar Rp235,16 miliar. Laba per saham dasar perusahaan naik menjadi Rp35,32 dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp32,03 per lembar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (24/2).

Disebutkan, naiknya laba bersih perusahaan didukung bertambahnya penjualan bersih sebesar 13,38% menjadi US$ 1,61 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp1,42 triliun. Kendati demikian, naiknya penjualan diikuti bertambahnya beban pokok penjualan menjadi Rp1,09 triliun dari Rp915,44 miliar. Selain itu, beban penjualan juga naik menjadi Rp134,80 miliar dari Rp115,89 miliar.

Beban lain-lain ikut meningkat menjadi Rp129,91 juta dari Rp30,63 juta, dan laba penjualan aset tetap berkurang menjadi Rp122,09 juta dari Rp499,49 juta. Namun, perseroan berhasil menekan beban umum dan administrasi menjadi Rp40,05 miliar dari Rp41,94 miliar, rugi selisih kurs turun signifikan menjadi Rp799,28 juta dari Rp25 miliar dan berhasil menaikkan pendapatan lain-lain menjadi Rp5,33 miliar dari Rp1,47 miliar.

Akibatnya laba usaha perusahaan tercatat tumbuh menjadi Rp351,83 miliar dari tahun sebelumnya Rp321,30 miliar. Adapun posisi total aset perseroan pada akhir tahun lalu menjadi Rp1,26 triliun atau tumbuh 10,53% dari tahun sebelumnya sebesar Rp1,14 triliun.

Tahun ini, perseroan membidik pangsa pasar sebesar 17% atau naik sedikit 1% dibandingkan tahun 2014 hanya 16%. Direktur Utama PT Arwana Citra Mulia Tbk, Tandean Rustandy pernah bilang, pihaknya optimis target tersebut akan tercapai seiring mulai beroperasinya pabrik baru perseroan di Mojokerto dengan kapasitas produksi sebesar 8 juta meter persegi pertahun dari saat ini sebesar 50 juta meter persegi pertahun bisa menopang penjulan dan menekan harga produksi.

Nantinya, dengan beroperasinya pabrik baru di Mojokerto, maka total pabrik perseroan berjumlah lima pabrik yang tersebar di beberapa daerah. Asal tahu saja, perseroan menargetkan laba tahun 2014 sebesar Rp 250 miliar. Disebutkan, investasi pembangunan pabrik di Mojokerto menelan dana sebesar Rp 300 miliar. Bahkan untuk mengantisipasi tingginya permintaan keramik, perseroan berencana investasi senilai Rp 1,5 triliun hingga lima tahun ke depan atau sepanjang priode 2015-2020.

Perseroan akan meningkatkan kapasitas produksi menjadi 84,3 juta meter per segi per tahun dengan pengembangan pabrik di Mojokerto dan Palembang. Adapun kapasitas produksi saat ini 48,3 juta meter per segi. Tahukah, konsumsi keramik Indonesia saat ini masih tertinggal dibanding negara Asean lainnya. Konsumsi per kapita Indonesia baru mencapai 1,65 meter per segi dan sedangkan Thailand sudah mencapai 3,01 meter per segi, Malaysia 3,16 meter per segi.

Menurut Asosiasi Industri Keramik Indonesia (ASAKI), industri keramik tahun ini akan tumbuh 10% atau sekitar Rp 34 triliun. Angka ini tumbuh dibandingkan total penjualan industri keramik tahun lalu sebesar Rp 30 triliun atau sekitar US$ 31 miliar. Selain itu, kemampuan Indonesia untuk menghasilkan produk keramik yang dapat diperhitungkan di regional. Bahkan Indonesia sudah menjadi salah satu dari delapan top dunia di bidang keramik sejak tahun 2013 dan salah satu dari 10 negara teratas dalam hal konsumsi keramik. (bani)

BERITA TERKAIT

Lepas 414 Juta Saham Ke Publik - Telefast Indonesia Bidik Dana IPO Rp 80 Miliar

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bakal membawa anak usahanya PT…

Astra Graphia Serap Capex Rp97 Miliar

NERACA Jakarta - Sepanjang semester I/2019, PT Astra Graphia Tbk (ASGR) telah merealisasikan belanja modal sebesar 28,70% dari total belanja…

Restrukturisasi, PTRO Jual Aset Rp54,57 Miliar

Dalam rangka menjaga kesehatan keuangan dan termasuk percepatan restrukturisasi, PT Petrosea Tbk (PTRO) menjual asetnya senilai US$3,793 juta atau setara…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Debat Calon Ketum HIPMI - Para Peserta Unjuk Kepiawan Memimpin

Menjelang munas Himpunan pengusaha muda Indonesia (HIPMI) ke XVI tanggal 16 September 2019 mendatang, 4 Calon Ketua Umum (Caketum) HIPMI,…

Lepas 414 Juta Saham Ke Publik - Telefast Indonesia Bidik Dana IPO Rp 80 Miliar

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bakal membawa anak usahanya PT…

Lunasi Utang Jatuh Tempo - APLN Berharap Suntikan Pemegang Saham

NERACA Jakarta – Dalam rangka menyehatkan kinerja keuangan dan termasuk memangkas beban utang, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) terus…