Impack Pratama Akuisisi Lahan Westindo - Bangun Pabrik Baru

NERACA

Jakarta - Anak usaha PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), yakni PT Sinar Grahamas Lestari, membeli tanah PT Westindo Esa Perkasa. Sinar Grahamas pun telah menandatangani akta perjanjian pengikatan jual beli dengan Westindo Esa Perkasa. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Corporate Secretary IMPC, Lenggana Linggawati mengatakan, Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) tersebut mengenai pengikatan jual beli tanah antara penjual kepada pembeli atas sebidang tanah hak guna bangunan seluas 12.059 m2 yang terletak di Jalan Sunter Pulo Besar III, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Transaksi tersebut dilakukan oleh pembeli dan penjual yang merupakan pihak ketiga yang tidak memiliki hubungan afiliasi baik dengan perseroan maupun pembeli. Sehingga, transaksi tersebut dikecualikan dari Peraturan Bapepam Nomor IX.E.1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu.

Namun demikian, perseroan tidak mengungkapkan secara pasti berapa dana yang digelontorkan atas pembelian sebidang tanah tersebut. Tahun ini, PT Impack Pratama Industri Tbk menargetkan raihan laba bersih sekitar Rp320 miliar atau meningkat 10% dari raihan sampai akhir tahun ini sebesar Rp290 miliar.

Direktur IMPC, Lindawati pernah bilang, target pendapatan perseroan akan ditingkatkan sebesar 10-15%, dari prediksi pendapatan yang dihasilkan perseroan sebesar Rp1,38 triliun pada tahun 2014, sehingga target pendapatan perseroan pada tahun ini bisa mencapai Rp1,58 triliun,”Bila tahun lalu kami bisa raih Rp1,38 triliun, tahun ini pendapatan kami bisa naik 10-15%," paparnya.

Pasar Ekspor

Belum lama ini, perseroan mulai melaksanakan ekspor perdana ke negara Australia dan Selandia Baru, dengan perkiraan nilai ekspor sebesar US$ 5 juta atau setara Rp62,5 miliar (Rp12.500/USD). Export Manager Impack Pratama Industri, Etty Eryanie mengatakan, perseroan telah mulai melaksanakan ekspor perdana penutup atap dari sinar ultra violet atau polycarbonate roofing sheets ke Australia dan Selandia Baru dengan merk Laserlite. Ekspor perdana dilakukan mulai 2 Januari 2015,”Perseroan merencanakan untuk melakukan ekspor Laserlite di tahun ini dengan perkiraan nilai sebesar US$ 5 juta dan volume ekspor akan terus ditingkatkan pada tahun berikutnya," ujarnya.

Ekspor ini merupakan hasil dari akuisisi yang dilakukan IMPC pada November 2014 dengan Bayer Material Science. Bayer merupakan produsen polycarbonate roofing sheets terbesar dengan merek dagang Laserlite, yang berkedudukan di Australia."IMPC dan Bayer Group telah menjalin kerja sama yang cukup erat selama 20 tahun terakhir. Kerja sama ini akan terus ditingkatkan pada masa-masa yang akan datang," imbuhnya.

Etty menambahkan, perseroan saat ini tengah memindahkan mesin-mesin dan peralatan produksi hasil akuisisi dari Australia ke pabrik Impack Pratama Industri di kawasan Delta Silicon II Industrial Park Lippo Cikarang.

Dia mengklaim tambahan mesin-mesin tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi IMPC. Perseroan juga berambisi menjadi salah satu produsen polycarbonate roofing sheets terbesar di dunia. Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp36,74 miliar.

Disebutkan, alokasi capex tersebut berasal dari dana yang diperoleh melalui pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO). Rencananya, belanja modal tersebut akan digunakan perseroan untuk pengembangan produk dan pembelian mesin. Disebutkan, sebesar Rp10 miliar dialokasikan untuk membeli mesin produksi polycarbonate. Dimana capex-nya berasal dari dana operasional dan pinjaman bank.

Perusahaan produsen polycarbonate roofing sheet ini telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir tahun 2014 melalui penawaran umum perdana sebanyak 150,05 juta lembar atau 31,04% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum. (bani)

BERITA TERKAIT

Penjualan Mobil Astra International Turun 6,7%

NERACA Jakarta – Bisnis otomotif yang masih lesu masih dirasakan PT Astra International Tbk (ASII). Dimana emiten produsen otomotif ini…

Bidik Pasar Millenials - Topping Offf Emerald Bintaro Tepat Waktu

NERACA Jakarta- Menyusul serah terima kunci apartemen A yang tepat waktu di tahun lalu, PT Jaya Real Property Tbk sebagai…

Laba Bersih Unilever Terkoreksi 24,37%

NERACA Jakarta – Pencapaian kinerja keuangan PT Unilever Indonesia Tbk di kuartal tiga tercatat negatif. Dimana perseroan dalam laporan keuangannya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pangsa Pasar Menyusut - Volume Penjualan Rokok HMSP Terkoreksi 5,7%

NERACA Jakarta - Keputusan pemermintah yang akan menaikkan cukai rokok rata-rata sebesar 23% mulai Januari 2020 menjadi ancaman terhadap pertumbuhan…

Bekasi Fajar Raup Pendapatan Rp 607,61 Miliar

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2019, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) membukukan pendapatan Rp 607,61 miliar. Jumlah…

Usai Pelantikan Presiden Terpilih - Pelaku Pasar Menantikan Tim Kabinet Ekonomi

NERACA Jakarta- Sentimen positif pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Indonesia priode 2019-2024 masih menyelimuti pergerakan indeks harga saham gabungan…